Tradisi Puter Kayun Diikuti 20 Dokar

0
562
NAPAK TILAS: Iring-iringan dokar yang mengikuti tradisi Puter Kayun melintas di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Perjalanan dari Boyolangu ke Watudodol kali ini diikuti sekitar 20 dokar.
NAPAK TILAS: Iring-iringan dokar yang mengikuti tradisi Puter Kayun melintas di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Perjalanan dari Boyolangu ke Watudodol kali ini diikuti sekitar 20 dokar.

GIRI – Masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, menggelar napak tilas pembangunan jalan dari Panarukan menuju Banyuwangi kemarin (28/8). Yang me- reka kunjungi adalah kawasan Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sebab, saat pembukaan jalan dari Panarukan menuju Banyuwangi, Kompeni menemui kendala di kawasan Watudodol yang lokasinya berbatu dan konon angker.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Nah, leluhur masyarakat Boyolanglah yang berjasa dalam membuka jalan di Watudodol itu. Sang leluhur itu bernama Buyut Jaksa. Tradisi yang biasa disebut Puter Kayun tersebut dilaksanakan warga Boyolangu setiap tanggal 10 Syawal. Kini, tradisi tersebut dirayakan dengan cara mengendarai dokar sejauh 15 km dari Boyolangu menuju Watudodol. Kemarin, sebanyak 20 dokar turut serta dalam Puter Kayun yang dimulai pukul 10.00 tersebut.

Jajaran pejabat Pemkab Banyuwangi dan muspida turut hadir dalam acara tersebut. Pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Dandim 0825 Letkol (Inf ) Muslimin Fasyah, dan jajaran muspida lain. Para tamu kehormatan itu pun didapuk menunggang dokar di urutan paling depan. Namun, mereka hanya me ngikuti prosesi Puter Kayun se paro perjalanan.

Loading...

Persis di de pan Pendapa Swagatha Blambangan, para pejabat muspida itu turun. Meski demikian, kemeriahan Puter Kayun tidak hilang. Iring- iringan dokar itu tetap melaju hingga Watudodol dengan meriah. Menurut warga Boyolangu, Puter Kayun dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Mahaesa. Selain itu, juga un tuk mengenang jasa Buyut Jaksa dan menepati janji Buyut Jaksa saat membuka jalan di ka wasan Watudodol.

“Konon, Buyut Jaksa berjanji kepada raja jin penunggu Watudodol bahwa anak cucunya akan mengunjungi Watudodol setiap tahun,” ujar salah seorang peserta Puter Kayun. Demi mengikuti ritual ini, pemilik dokar biasanya mengistirahatkan kuda-kuda mereka selama dua hari. Nah, pada hari ke sepuluh Lebaran, para penarik dokar itu bersiap mengiring para warga melaksanakan Puter Kayun ke Watudodol.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2