Turis Tiongkok Serbu Gunung Ijen

0
174

Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel Naik 90 Persen

LICIN – Di awal musim liburan sekolah dan akhir tahun ini beberapa tempat wisata di Banyuwangi sudah mulai dibanjiri oleh pengunjung. Tidak hanya tempat wisata pantai, wisata alam pegunungan mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Seperti di Taman Wisata Alam  (TWA) Gunung Ijen, Desa Tamansari, Licin.  Sejak awal liburan hari Sabtu  (17/12), lalu jumlah pengunjung yang menikmati pemandangan alam Gunung Ijen mulai mengalami peningkatan. Dari data Dinas   Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Banyuwangi menyebutkan, jumlah kunjungan ke Ijen tahun ini dibandingkan tahun lalu mengalami peningkatan hingga 12 persen.

“Sampai bulan November saja, jumlah pengunjungnya sudah mencapai 168.936 orang, naik 12 persen dari  jumlah wisatawan pada tahun 2015 yang sebesar 150.561 orang,’’ kata Plt.  Kepala Disbupdar, M. Yanuarta Bramuda. Dia menambahkan, Gunung Ijen  masih menjadi primadona wisatawan karena adanya fenomena blue fire.

Tidak hanya wisatawan lokal dari berbagai kota besar di Indonesia saja. Bahkan, baru-baru ini turis Prancis, Australia hingga Tiongkok mulai menyerbu Gunung Ijen untuk menikmati   masa liburannya. ”Libur akhir tahun ini panjang, mulai libur sekolah hingga  tahun baru. Prediksi kami akan terus  ber tambah jumlah kunjungan sampai awal tahun nanti,” tandas Bram.

Membeludaknya wisatawan menuju Ijen sudah barang tentu akan menambah okupansi hotel di Banyuwangi. Sejauh ini, okupansi seluruh hotel di Banyuwangi  jika dipersentase sudah mengalami peningkatan hingga berada  pada angka 90 persen.

”Selain wisatawan yang ke Ijen maupun  tempat wisata lain, di akhir tahun  nanti juga banyak masyarakat  luar kota yang datang ke Banyuwangi untuk studi banding. Misalnya dari Bali, Tegal hingga Lombok,” terangnya. Meski dibilang sangat membanggakan dengan banyaknya kunjungan wisatawan yang menuju  Gunung Ijen ini, namun Bram tetap mengimbau kepada wisatawan untuk ekstra hati-hati menghadapi kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat ini.

Bagi pendaki gunung diharapkan menyiapkan  safety pendakian secara lengkap dan menyiapkan fisik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Masker, mantel, payung, jas hujan dan jaket tebal harus dipersiapkan. Karena saat ini sedang  musim penghujan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, target  Pemkab Banyuwangi untuk menarik wisatawan 2,5 juta orang sudah terlampaui sebelum tutup  tahun 2016. Hingga November lalu, jumlah kunjungan wisata nusantara (wisnus) sudah menembus angka 3,05 juta orang  dan wisatawan mancanegara  (wisman) mencapai 72 ribu orang.

Sebelumnya pemkab pasang target kunjungan wisatawan tahun  2016 sebanyak 25 juta orang. Target itu berasal dari kunjungan wisata  nusantara 2,5 juta orang dan wisatawan mancanegara 50 ribu  orang. Lokasi wisata paling banyak dikunjungi wisatawan adalah  Bangsring Under Water Kecamatan  Wongsorejo.

Tercatat ada 309.117 wisnus dan 2511 wisman berkunjung ke wisata snorkeling itu selama tahun 2016. Menyusul di bawahnya Pantai Boom sebanyak 256.336 (wisnus). Lokasi wisata ketiga yang ramai dikunjungi wisatawan adalah pantai Pulau Merah dengan 198.454 (Wisnus) dan 2.107 (Wisman).

Peningkatan itu tidak lepas dari promosi yang dilakukan pemerintah dan tentunya masyarakat  yang aktif memberikan citra baik pariwisata Banyuwangi. Sehingga  banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Banyuwangi. “Tahun ini belum berakhir, masihada bulan Desember. Ini menunjukkan jika jumlah kunjungan wisatawan cukup pesat di Banyuwangi,” ujar Bramuda. (radar)

Loading...