10 Bus Angkut JCH Banyuwangi Menuju Makkah Hari Ini

0
605

10-Bus-Angkut-JCH-Banyuwangi-Menuju-Makkah-Hari-Ini

MADINAH – Sudah sembilan hari lamanya jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi berada di Madinah. Sesuai jadwal, hari ini merupakan jadwal JCH Banyuwangi kloter 9 dan 10 harus berangkat menuju Makkah. Direncanakan, pemberangkatan JCH Banyuwangi ke Makkah dilaksanakan pada pukul 1500 Waktu Arab Saudi (HAS) atau sekitar pukul 19.00 WIB Minggu (21/8).

Herman Suyitno, salah satu tim peliput haji untuk Jawa Pos Radar Banyuwangi, melaporkan JCH Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 9 dan 10 bergerak menuju Makkah diangkut 10 armada  bus Selawat. Jika tidak ada kendala, perjalanan darat dari Madinah ke Makkah itu akan berlangsung cukup lama, yakni 5 jam.  ”Lumayan jauh, sekitar 450 Km. Insya Allah setelah salat asar kita berangkat,” kata wakil Komisioner Baznas Banyuwangi itu.

Dia menambahkan, JCH Banyuwangi kloter 11 juga harus segera bergerak menuju Makkah. Karena datangnya lebih akhir dari pada kloter 9 dan 10, kloter 11 dijadwalkan akan diberangkatkan ke Makkah hari Senin (22/8) besok. “Sama, menggunakan bus juga menuju Makkah. Pokoknya selisih satu hari dengan kloter 9 dan 10,” tambah lelaki asal Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi itu.

Seluruh JCH Banyuwangi pun harus mempersiapkan segalanya. Mulai barang bawaan, tas, koper, dan pakaian yang dipakai, harus siap. Seluruh JCH Banyuwangi yang berangkat menuju Makkah harus menggunakan pakaian Ihram. Sebab, setiba di Makkah nanti, JCH Banyuwangi harus langsung melaksanakan ibadah umrah di Makkah.

“Setelah sampai hotel, mereka taruh barang bawaan selanjutnya melaksanakan umrah wajib di Masjidil haram, Makkah,” terang ketua Rombongan KBIH Sabilillah itu. Karena umrah ini sifatnya wajib, petugas haji Banyuwangi mengimbau JCH Banyuwangi agar tidak langsung masuk ke kamar hotel.

Baca :
Bagi-Bagi Alat Usaha ke Perempuan Korban Kekerasan, Bupati Banyuwangi Tulis Surat

Dikhawatirkan, jika nanti langsung masuk kamar, jamaah akan malas melaksanakan umrah wajib dan memilih beristirahat di kamar. “Kunci kamar dipegang petugas haji semua. Itu agar semua melaksanakan umrah wajib, kecuali yang memang benar-benar sakitf tegas Herman.

Setelah umrah dilaksanakan, JCH dianjurkan menunggu salat subuh dahulu di Masjidilharam. Setelah salat subuh dilaksanakan, maka JCH Banyuwangi baru diperbolehkan menuju kamar masing-masing di maktab. Kunci kamar yang sebelumnya dipegang petugas akan diberikan satu per satu kepada jamaah setelah salat subuh dilaksanakan.

“Kamar di dalam maktab bervariasi, ada yang dua kasur, empat kasur, dan ada juga yang enam kasur,” tandas pria asal Desa Sidodadi, Wongsorejo itu.  Mengenai pakaian, JCH diivajibkan tetap menggunakan pakaian ihram sejak awal datang di Makkah.

Pakaian ihram itu harus tetap digunakan sampai tanggal 10 Zulhijah atau setelah tawaf ifadah dilaksanakan. “Ada tiga prosesi haji setelah sampai di Makkah. yakni haji tamattuk yang artinya umrah dulu baru haji. selanjutnya ifrodh yaitu haji dulu baru umrah, yang terakhir adalah qiron yakni haji dan umrah dilaksanakan secara bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan JCH Banyuwangi kemarin selain mempersiapkan berbagai hal menuju Makkah, sebagian jamaah ada yang menuju museum Asmaul Husna di seputaran Masjid nabawi. Lukman Hakim, petugas haji lain, melaporkan di ruangan pertama museum berisi replika matahari berukuran besar lengkap dengan planet-planet tata surya.

Ukuran planet disesuaikan skala yang sama. Kemudian, sepanjang kanan-kiri tembok terpampang Asmaul husna. Di dalam kitab suci Alquran. Allah SWT disebut juga dengan nama-nama lain yang berjumlah 99. Lukman yang juga kepala KUA Sempu itu menambahkan, Asmaul husna adalah 99 nama baik Allah SWT.

Baca :
Bagi-Bagi Alat Usaha ke Perempuan Korban Kekerasan, Bupati Banyuwangi Tulis Surat

Asmaul Husna terpampang di sepanjang tembok galeri tersebut. Antara lain “Ar-Rahman” yang artinya maha pemurah. “Ar-Rahim” artinya maha mengasihi.” Al-Malik” yang artinya maha menguasai atau maha agung, “Al-Khaliq” yang artinya maha pencipta, dan lain- lain.

“Di sana juga ada foto-foto agar kita selalu yakin dengan kebesaran Allah, seperti foto panasnya lahar gunung, bahkan foto tsunami di Aceh juga ada di sana,” ujar pria asal Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kabat, itu.

Sebagian jamaah ada pula yang masih khusyuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi. Karena jamaah yang menuju Masjid Nabawi dari berbagai negara, tidak jarang JCH Banyuwangi menyempatkan foto bersama dengan jamaah negara lain.

Kemarin JCH Banyuwangi lebih banyak foto dengan orang Afrika. Sebab, pakaian yang dipakai orang Afrika lebih ngejreng dibandingkan negara lain. “Orang Afrika kalau kita ajak folo senang. Mereka merasa dihargai oleh orang Indonesia katanya kalau diajak foto,” ujar Handoyo Saputro, petugas haji lain. (radar)