Gilimanuk Longgar, Pemudik Banyak yang Lolos

  • Bagikan
LOLOS PEMERIKSAAN: Rombongan pemudik dari Bali menunggu travel yang menjemputnya di depan Pelabuhan Ketapang Rabu dini hari (6/5). Foto : radarbanyuwangi.jawapos.com

Larangan mudik Lebaran mulai berlaku dini hari kemarin (6/5) pukul 00.00. Di Pelabuhan ASDP Ketapang, gelombang pemudik dari Bali turun dari kapal satu jam setelah pemberlakuan larangan mudik.

Mereka menggunakan bermacam moda transportasi untuk bisa naik kapal. Sejak pukul 00.00 sampai pukul 01.30, rombongan pemudik menggunakan kendaraan travel.

Banyak juga yang datang naik sepeda motor. Mereka tampak membawa barang bawaan seperti tas besar dan kardus.

Tepat pukul 00.00, petugas kepolisian dari Polresta Banyuwangi langsung turun tangan memeriksa para pemudik yang keluar dari kapal. Rata-rata, mereka memang berniat pulang ke kampung halaman. Ada yang naik travel maupun sepeda motor.

Para pemudik yang tidak memiliki bukti rapid test atau yang suratnya sudah kedaluwarsa diminta melakukan tes GeNose di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Setelah itu mereka diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan.

”Saya ingin pulang ke Jember. Ini saya mengambil cuti lebih awal supaya bisa pulang. Daripada nanti tidak bisa pulang karena dilarang, mending mudik sekarang,” ujar Andri, 35, salah seorang pemudik.

Dia mengaku sudah masuk ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 22.00. Gara-gara harus mengantre lama mendapatkan giliran tes GeNose, baru pada pukul 23.00, Andri bisa masuk ke dalam kapal. Dia sampai di Pelabuhan Ketapang setelah pemberlakuan larangan mudik pukul 00.00.

”Saya naik kapal dari Gilimanuk sebelum pembatasan mudik, jadi belum dilarang,” ujar pekerja pabrik itu.

Pemudik lainnya, Hariyadi, 42, yang tiba pukul 01.00 mengaku tidak ada larangan mudik dari Gilimanuk. Sehingga dia bersama anggota keluarganya bisa tetap menyeberang ke Ketapang. Hariyadi memang berniat untuk mudik ke Lumajang sebelum larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah.

Baca :
Berjalan Seberangi Jalan, Tewas Ditabrak Motor

”Dari sana tidak ada larangan mudik. Tidak ada perintah untuk rapid test, jadi langsung saja naik ke kapal,” imbuhnya.

Martin, 32, salah seorang sopir travel yang membawa 15 penumpang tujuan Jakarta juga mengatakan hal serupa. Tidak ada larangan atau imbauan tidak mudik selama perjalanan dari Denpasar. Meski begitu, dia sudah minta kepada semua penumpangnya untuk menyiapkan rapid test antigen.

Sementara itu, petugas kepolisian yang memantau penyekatan kemarin tampak fokus di pintu masuk ASDP. Mereka melakukan skrining kepada calon penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, penyekatan kendaraan pemudik akan dilakukan hingga tanggal 17 Mei nanti.

Untuk wilayah Banyuwangi, fokus penyekatan di Pelabuhan Ketapang. Terkait masih longgarnya aturan untuk para pemudik yang menyeberang dari Bali, Arman mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Harapannya penyekatan bisa dilakukan sejak dari Gilimanuk.

Para penumpang kapal yang berniat mudik bisa diminta putar balik sejak dari Bali sehingga mereka yang masuk ke Banyuwangi benar-benar bukan pemudik. ”Yang disekat dari dua sisi. Baik yang ke Bali maupun ke arah Jawa. Mereka yang mau mudik kita minta putar balik. Kita sudah memberikan edukasi sejak sebelum tanggal 6 Mei,” jelas Arman.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Kamis siang, pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang tampak lengang. Petugas tampak berjaga di dalam posko yang didirikan di dekat pintu keluar. Tampak juga ambulans yang disiagakan di sana. Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, posko Pelabuhan Ketapang substansinya menjadi posko larangan mudik.

Berbeda dengan tiga posko lain di perbatasan Situbondo–Wongsorejo, Jember–Kalibaru, dan Bondowoso–Licin, posko tersebut bertujuan untuk melakukan penyekatan. Petugas tetap memeriksa warga yang melakukan perjalanan, namun tidak sampai dilarang.

Baca :
Berjalan Seberangi Jalan, Tewas Ditabrak Motor

”Untuk posko perbatasan antarkabupaten yang masih di dalam rayon fungsinya untuk penyekatan. Kalau di luar rayon termasuk Ketapang masuk kategori posko larangan mudik,” pungkasnya. (fre/aif/c1)(bw/fre/als/JPR)

Sumber : https://radarbanyuwangi.jawapos.com/read/2021/05/09/259823/gilimanuk-longgar-pemudik-banyak-yang-lolos

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: