Pasca Ditutup Karena Nyepi, Pelabuhan Ketapang Dipadati Ribuan Kendaraan

  • Bagikan

BANYUWANGI – Pasca ditutup 24 jam saat Nyepi tahun baru Saka 1941, ribuan kendaraan umum dan truk ekspedisi padati Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Trip pertama pembukaan sejak pukul 05.00 WIB, Jumat (8/3/2019).

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada nanti siang hingga malam hari. Beberapa dermaga langsung dipenuhi pemudik yang sudah rela antre hingga 15 jam di area parkir pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Bali.

Kemacetan antrean kendaraan ini sudah banyak dipahami dan menjadi tradisi tahunan para pengguna jasa, masyarakat yang sempat mengungsi ke Jawa ini langsung menjejali pelabuhan. Beruntung tidak sampai meluber ke jalan.

Mulyadi salah satu supir truk asal Sidoarjo mengaku sudah berada dipelabuhan sejak pukul 00:30 sebelum pelayan dibuka, hal tersebut sengaja dilakukan agar bisa lebih awal berangkat ke Bali, untuk mengantarkan barang ke Denpasar.

“Saya masuk pelabuhan Ketapang, jam 00:30, jadi harus nunggu pelayaran dibuka untu menyebrang ke Bali, agar ikan yang saya bawa bisa cepet sampai,” ungkap Mulyadi, Jumat (8/3/2019).

Untuk mengurai kemacetan dan penumpukan antrean yang sudah terjadi sejak Kamis malam (7/3/2019), pihak pelabuhan dibantu Polres Banyuwangi memberlakukan sistem kartu nomor antrean di empat kantong parkir.

“Jadi kita sudah melakukan rekayasa lalu lintas. Untuk mengurai kemacetan meyiapkan 4 kantong parkir. Kantong parkir pertama di ASDP dan LCM diberi kartu warna hijau. Kantong parkir kedua di Hotel Banyuwangi Beach dan Stasiun Kereta Api diberi kartu warna kuning, kantong parkir ke 3 di terminal bus Sritanjung diberi kartu warna biru dan kantong parkir terakhir di gwd diberi kartu warna merah,” ujar Kompol Sumartono, KabagOps Polres Banyuwangi.

Secara bergantian sesuai dengan warna kartu, kendaraan masuk ke dermaga 200 kendaraan di masukkan di 7 dermaga.

“Dengan sistem ini dan seterusnya, diperkiraakan normal siang hari, karena kantong parkir kedua sudah habis ini sudah ke kantong parkir ketiga,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses bongkar muat, pihak pelabuhan ASDP Ketapang telah mengoperasikan 32 armada kapal yang terbagi di 7 pasang dermaga dengan masing-masing kapal 9 trip.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: