Pemasukan Cuma Rp 300 Juta

0
543

BANYUWANGI – Turnamen bertajuk  Sunrise of Java Cup 2015 tanpa sponsor utama bisa dijadikan bahan koreksi. Betapa tidak, panitia pelaksana (panpel) harus menanggung kerugian besar gara-gara pemasukan tidak sesuai dengan harapan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pemasukan tiket yang digadang-gadang bisa menutup segala biaya penyelenggaraan ternyata meleset. Yang lebih ironis, panpel merasa kecolongan dalam distribusi penjualan. Sehingga, penonton yang masuk ke stadion tidak sesuai dengan hasil yang diterima.

Bayangkan, di luar dugaan panpel  hanya mendapatkan pemasukan  senilai Rp 150 juta dalam pertandingan terakhir. Tentu saja hal itu sangat mengejutkan berbagai pihak. Melihat animo penonton yang menyaksikan laga tersebut itu sangat besar.

Sesuai estimasi, jumlah penonton yang menyaksikan laga Persewangi melawan Arema sekitar 10 ribu orang. Jika dihitung rata-rata kelas ekonomi senilai Rp 30 ribu, maka pemasukan yang seharusnya diterima  adalah Rp 300 juta.  Padahal,  banyak penonton yang  memadati tribun VIP dan VVIP  yang dijual masing-masing Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Loading...

Hal itu yang  membuat panpel merasa  kecolongan. Pertanyaan besar itu diungkapkan ketua penyelenggara SoJC 2015, Aliong  Heriyanto, kemarin. Dia mengakui jika gara-gara pemasukan tiket tidak sesuai harapan, tanggungan besar menjadi risikonya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2