Puluhan Hektare Tanaman Cabai Keriput Akibat Kekeringan

0
1376
Ilustrasi
Ilustrasi

WONGSOREJO – Kekeringan di Kecamatan Wongsorejo juga berdampak langsung pada produksi cabai di kawasan tersebut. Puluhan hektare (ha) kebun cabai ikut mengering. Kondisi ini akibat minimnya pasokan air untuk lahan pertanian di sebagian wilayah Kecamatan Wongsorejo.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Aliran sungai yang biasa digunakan untuk mengairi lahan pertanian juga merosot drastis debit airnya. Bahkan, beberapa sungai di Desa Bangsring tampak mengering. Situasi yang kurang menguntungkan ini membuat para petani cabai hanya bisa pasrah. Apalagi, minimnya air untuk mengairi lahan pertanian itu membuat tanaman cabai layu dan mengering.

Hasil pentauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Kecamatan Wongsorejo, beberapa titik sumur tampak sudah dibangun di lahan Cabai milik petani. Namun karena musim panas yang berkepanjangan, sumber mata air pada lokasi sumur tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

Salah satu wilayah yang terkena dampak kekeringan adalah Desa Bangsring. Sebanyak 66 Kepala Keluarga (KK) harus berbagi air bersih untuk minum. Mereka tidak lagi menghiraukan tanaman mereka yang mengering.

Loading...

Untuk minum saja warga harus berbagi dengan hewan ternak peliharaan. Seperti dirasakan sejumlah petani cabai, di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Tanaman cabai di desa ini banyak yang mati, pohon cabai mengering dan biji cabai berjatuhan karena suhu yang terlalu panas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last