Harga Kian Merosot, Petani Cabai di Banyuwangi Menjerit

0
2234
Asmatul mencabut tanaman cabai yang busuk di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi
Asmatul mencabut tanaman cabai yang busuk di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi

WONGSOREJO – Harga cabai rawit hasil panen petani Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, semakin terpuruk pekan ini. Petani menjual cabai hasil panen kepada pengepul dengan harga Rp 5.000 per kilogram (kg).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sementara itu, harga cabai sebelumnya masih bertengger pada angka Rp 8.000 per kg selama tiga pekan terakhir. Kini, petani cabai rawit Wongsorejo hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut.

Loading...

Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tanaman cabai seluas lima hektare mengalami kerusakan di Desa Bangsring. Rusaknya tanaman cabai tersebut diakibatkan intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Karena menyerap air terlalu banyak, tanaman cabai menjadi busuk dan mati.

”Harganya turun lagi mulai dua hari yang lalu. Hasil panen cabai rawit juga kurang bagus,” ujar Asmatul, 55, petani cabai asal Desa Bangsring.

Selanjutnya, sebagian petani berinisiatif mengganti tanaman cabai yang rusak dengan tanaman jagung. Penggantian tanaman itu terpaksa dilakukan untuk menekan kerugian. Apalagi, lahan yang digunakan merupakan lahan sewa dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Setiap hektare lahan tersebut, petani harus membayar sewa Rp 17 juta per tahun.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2