Terima Telepon, Nelayan Ini Tewas Tersambar Petir

0
1799

Kebetulan, lanjut Iptu Kusmin, di sekitar lokasi ada 2 nelayan lain yakni Samsul (35) dan Sawit (53) juga merupakan warga Desa Bengkak. Selanjutnya, mereka mengevakuasi kedua korban ke pinggir pantai. Lalu membawanya ke Puskesmas Wongsorejo guna di lakukan penanganan medis dan visum.

“Saat ada di puskesmas, korban Saiful Bahri sudah meninggal dunia, sedangkan korban Mustofa mengaku kepalanya mengalami pusing setelah sadarkan diri,” terang Iptu Kusmin.

Di hadapan petugas yang mendatangi lokasi kejadian, pihak keluarga tidak bersedia jenazah korban di otopsi dengan di perkuat surat pernyataan.

Iptu Kusmin menghimbau kepada seluruh masyarakat, dengan datangnya musim penghujan seperti saat ini, di harapkan untuk tidak berteduh di bawah pohon yang rapuh.

“Juga di harapkan tidak menggunakan ponsel ditempat terbuka pada saat cuaca mendung karena di nilai rawan tersambar petir,” pungkas Iptu Kusmin.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last