Tinari Boleh Pulang

0
688

KALIFURO – Tinari, 50, perempuan yang gagal bunuh diri dengan cara meloncat dari kapal langsung pulang ke rumahnya di Lumajang. Pasca insiden nyebur laut itu, kondisinya berangsur membaik. Sebelum pulang ke lumajang, Tinari sempat menjalani perawatan di Pos Kesehatan Pelabuhan ASDP Ketapang karena kondisinya lemah akibat air laut yang masuk ke dalam tubuhnya cukup banyak.

Kanitreskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi, Iptu Suryono Bhakti, mengatakan Tinari sudah diperbolehkan kembali pulang ke Lumajang karena kondisi kesehatan Tinari sudah membaik. Tinari diperbolehkan pulang ke Lumajang sore hari setelah dia mendapat perawatan tim medis di pos kesehatan pelabuhan.

“Setelah diberi perawatan oleh tim medis, Ibu Tinari kembali pulang ke lumajang,” kata Suryono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.  Menanggapi kejadian itu, pihak PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang kembali mewanti-wanti seluruh pengguna jasa pelayaran agar tidak sandar di pagar kapal saat kapal berlayar.

Sebab, meski sudah ada larangan tertulis di dalam kapal, masih banyak penumpang kapal yang sandar di pinggir kapal. Operator kapal pun diimbau tidak segan menegur penumpang yang bandel dan sandar di pinggir kapal saat kapal berlayar.

Manajer Operasional PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang, Wahyudi Susianto, mengatakan meski aksi yang dilaku kan Tirani adalah sebuah aksi bunuh diri, yakni loncat dari kapal, tapi pihaknya tetap mengimbau seluruh pengguna jasa tidak sandar di pinggir kapal agar tidak terjatuh ke laut.

“Penumpang lebih baik duduk di kursi yang sudah disediakan pihak kapal. Ini juga demi keselamatan,” tuturnya. Diberitakan sebelumnya, kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang geger Selasa (27/10) siang kemarin. Seorang penumpang kapal, Tinari, 50, melakukan aksi nekat dengan cara melompat dari atas KMP Gilimanuk II yang ditumpangi dari Pelabuhan  ASDP Gilimanuk tujuan Ketapang.

Baca :
Terlalu Nganan Pick Up Tubruk Mobil Grand Livina di Glagah

Perempuan itu melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke laut. Beruntung, nyawa wanita asal Dusun Cempoko, Desa/Kecamatan Senduro, Lumajang, itu berhasil diselamatkan lantaran dia diketahui kru kapal sekitar pukul 11.15.

Tinari berhasil diselamatkan saat terombang-ambing di tengah laut sekitar 15 menit setelah menceburkan diri. Saat diselamatkan, kondisi Tinari sudah tidak sadarkan diri dan lemas karena air laut yang masuk ke dalam tubuhnya cukup banyak. (radar)