Upacara Ngenteg Linggih Bertabur Bupati

0
307
GEMULAI: Tari-tarian dari Tabanan turut memeriahkan acara Tawur Balik Sumpah Madia di Pura Blambangan kemarin.

Digelar 50 Tahun Sekali di Pura Blambangan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MUNCAR – Sejumlah pejabat penting dari Bali hadir di Pura Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin. Mereka mengikuti rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Mepadudusan Agung, Medasar Tawur Balik Sumpah Madia. Acara sakral bagi Umat Hindu tersebut dihadiri Sekda Provinsi Bali, I Made Jendra; Mantan Gubernur Bali, Dewa Berata; Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti; Bupati Badung, Anak Agung Gde Agung; Bupati Karangasem, Wayan Gredeg; dan sejumlah wakil bupati dari Bali.

Pejabat dari Banyuwangi yang hadir adalah Bupati, H. Abdullah Azwar Anas; Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko; Sekkab Slamet Karyono, dan jajaran forum pimpinan daerah (forpimda), dan para pejabat Pemkab Banyuwangi. Sebelum acara dimulai, para pejabat dan ribuan umat Hindu tersebut dihibur tarian Sekar Jepun dari Tabanan, Bali.

Ketua Satu Yayasan Pure Agung Blambangan, Suminto mengatakan, penyucian tempat suci itu kemarin dikemas lebih besar dibanding biasa. “Sebenarnya penyucian bisa dilakukan setiap saat, tapi penyucian sebesar ini memang biasa dilakukan setiap 50 tahun sekali,” ujar Suminto. Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik acara yang bernuansa religi dan persahabatan tersebut.

PARA BUPATI: Bupati Anas diapit Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, dan
Sekda Propinsi Bali, I Made Jendra, kemarin.

Menurut bupati, secara historis, Bali dan Jawa Timur khususnya Banyuwangi memiliki ikatan sejarah yang kuat, baik dari sisi kultur maupun ikatan persaudaraan. Kedepan, bupati mengajak warga Bali dan para bupati di Bali terus membangun kerja sama yang baik dengan Pemerintah Banyuwangi. “Saya juga titip kepada para bupati dan gubernur Bali agar warga Banyuwangi yang berada di Bali dilindungi dan diayomi. Kalau ada yang salah, mohon dimaafkan dan dibina,” pesan Bupati Anas. (radar)

Loading...