14 Orang Langsung Bebas

0
617

Lapas Bagi-bagi Remisi untuk 278 Napi


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 kemarin menjadi berkah bagi warga binaan Lembaga  Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi.  Sebanyak 278 narapidana (napi) mendapatkan remisi dari pemerintah.  Secara simbolis penyerahan remisi  diberikan oleh Bupati Abdullah Azwar  Anas usai upacara detik-detik Proklamasi di lapangan Blambangan siang  kemarin.

Kepala Lapas, Banyuwangi  Marlik Subiyanto mengatakan, napi yang mendapat remisi adalah yang perilakunya  baik selama ada di lapas. ”Mereka tidak pernah melanggar hukum atau peraturan selama di lapas.  Para napi itu  memperoleh remisi mulai satu  hingga enam bulan,” ujarnya usai  menghadiri upacara di Taman  Blamabangan.

Marlik menambahkan, dari 278  napi yang mendapatkan remisi,  14 napi langsung bebas. Sementara itu, 264 napi sisanya remisi  biasa. “Ada narapidana yang memperoleh remisi dasawarsa, diantaranya enam koruptor. Namun, baru tiga yang diajukan,  sisanya adalah pelaku asusila, narkoba, dan kriminal lain.

Sampai hari ini Lapas Banyuwangi dihuni 714 napi,” beber Marlik. Sementara itu, upacara detikdetik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Taman Blambangan kemarin berlangsung lancar. Bertugas sebagai inspektur upacara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko bersama jajaran forum  pimpinan daerah (forpimda).

Naskah Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara. Upacara itu juga diikuti para veteran,  pelajar, mahasiswa, purnawirawan, jajaran TNI/Polri, PNS, dan  organisasi kemasyarakatan. Momen pengibaran bendera merah-putih oleh Paskibra  berjalan  lancar meskipun waktu  pengerekan lebih cepat daripada  lagu Indonesia Raya.

Bertindak sebagai pengibar bendera, Ahmad Aufa, Lutfi Ahmad Dani P., dan Angga Cahya.  Yang didaulat sebagai pembawa bendera adalah Karinka Bella Prasetya dan Oky Ulfia D. Mereka adalah siswa-siswi pilihan dari SMA/SMK/MA negeri/swasta di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Anas mengajak masyarakat  agar tak hanya menyikapi peringatan Proklamasi sebagai acara seremonial yang diperingati setiap tahun. Tetapi, harus dijadikan momen introspeksi untuk terus berinovasi dan berkreasi.

”Sebab, tantangan  kita ke depan jauh lebih berat,”  ujarnya.  Terutama masalah perekonomian  yang melilit negara dan berimbas hingga ke tingkat daerah. “Perlu ada pemikiran-pemikiran baru agar bisa menyelesaikan semua problem masyarakat, terpenuhinya kesejahteraan ekonomi  baik tingkat nasional maupun lokal.

”Tema Ayo Kerja cukup membumi tidak hanya sebagai jargon. Ayo disiplin berinovasi, target masih banyak,” ajaknya. Usai upacara tersebut, penonton dihibur tari kolosal yang  diperagakan siswa sekolah dan prajurit TNI. Puncak tari kolosal  dengan lakon perang di Alas Keluwih itu adalah penyerahan keris kepada Bupati Abdullah  Azwar Anas sebagai simbol pemegang kekuasaan dan amanah  rakyat. (radar)