Kabur Dengar Teman Menangis, Takluk Pada Polisi dan Tentara

0
948
Komisioner Baznas Banyuwangi, H.Lukman Hakim (kanan) bersama Ketua DPD PPNI Banyuwangi, DR.Sismulyanto (dua dari kanan) dan perwakilan IDI saat melihat langsung prosesi khitan dhuafa.
Komisioner Baznas Banyuwangi, H.Lukman Hakim (kanan) bersama Ketua DPD PPNI Banyuwangi, DR.Sismulyanto (dua dari kanan) dan perwakilan IDI saat melihat langsung prosesi khitan dhuafa.

Khitan Dhuafa yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi menyisakan sejumlah kisah unik dan menggemaskan. Tidak sedikit para peserta nyaris mogok dikhitan. Mereka takut karena mendengar rintihan dan jeritan peserta lain yang menangis.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

DEDY JUMHARDIYANTO, Rogojampi

Zidane, langsung kabur begitu mendengar temannya menangis. Bocah berusia sembilan tahun itu langsung lari dari ruang khitan. Kedua tangannya memeluk erat tubuh ayahnya yang menunggu di luar ruangan.

Bocah kelas dua Sekolah Dasar (SD) terlihat  termehek-mehek. Meminta pulang dan tak jadi ikut khitan dhuafa. Tubuhnya masih tampak gemetar. Air mata terus berlinang dari kedua selaput matanya. Meski beberapa kali dirayu, anak pasangan suami-istri Budi Susilo dan Mamik itu masih saja tersedu-sedu.

Sejumlah keluarga mulai menenangkan. Berbagai cara pun dilakukan. Bocah yang tinggal di Dusun Maduran RT 03, RW 02, Desa/Kecamatan Rogojampi itu tetap menolak untuk dikhitan. ”Ayo pulang, ayo pulang,” teriak Zidane terus merengek.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last