Lalare Orkestra Genjot Latihan

0
726

BANYUWANGI – Tanggal 1 Agustus mendatang Lalare Orkestra akan menggelar konser tunggal yang rencananya akan digelar di Gesibu Blambangan. Kemarin sebanyak 100 personel Lalare Orkestra berlatih bersama  di aula SMPN 1 Banyuwangi.

Dibandingkan penampilan-penampilan sebelumnya, Lalare Orkestra yang diikuti anak-anak SD dan SMP itu personelnya tambah banyak. Jika sebelumnya hanya sekitar 30 orang, dalam konser nanti ada sekitar 100 pemusik cilik yang akan unjuk gigi dalam konser Lalare Orkestra di Gesibu Blambangan nanti.

Rencananya, dalam konser  nanti mereka akan membawakan sebanyak 12 lagu, antara lain Layangan, Ulan Andung-andung, Padang Ulan, Belajar Ngaji, Pantai Boom, Ayo Sekolah, dan lain sebagainya. Menariknya lagi, dalam konser nanti mereka akan menyuguhkan satu buah tarian yang diiringi oleh pemusik cilik ini.

”Ada tariannya juga, nama tariannya Kupu Cedung,” kata salah satu pelatih Lalare Orkestra, Sayun. Selain Sayun, ada beberapa pelatih kemarin yang tampak sibuk membimbing para pemusik tradisional cilik itu, antara lain Yon’s DD, Ribut, Saiful, Ikhwan, Agus, Bu Kosih, dan lain-lain.

”Tidak hanya saya yang melatih,” tambah Sayun. Sayun menuturkan, sampai sejauh ini kemampuan para personel Lalare Orkestra dalam menghadapi konser nanti sudah ada kemajuan  sekitar 60 persen. Namun, masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi agar anak didiknya nanti bisa tampil maksimal.

”Ekspresi anak-anak saya kira masih kurang. Ini perlu ditingkatkan. Tidak usah malu-malu,” kata Sayun. Namun, dirinya tetap optimistis kepada anak didiknya pada saat konser nanti mereka akan menunjukkan yang terbaik. Sebab, dari segi kemampuan, para pemusik tradisional cilik ini sudah tidak diragukan lagi.

Hanya butuh kekompakan yang lebih agar penampilan mereka maksimal pada konser nanti.  Dalam latihan kemarin, tidak hanya dihadiri para personel Lalare Orkestra. Para orang tua juga banyak yang datang menyaksikan anaknya berlatih musik tradisional.

Menurut beberapa  orang tua, dengan adanya Lalare Orkestra itu bisa dijadikan wadah bagi anak-anaknya yang  memiliki bakat seni untuk terus belajar dan berkembang. ”Saya  kira bagus, bisa menjadi wadah bagi anak saya yang kebetulan sangat suka menari tradisional,” kata Lilis, 45, salah satu orang tua asal Kecamatan Tegaldlimo  ini. (radar)