Lima CJH Gagal Terbang

0
866
Ketua kloter 37, syafa’at, menjenguk Mashud Ibrahim, 83, yang menjalani perawatan di RSU Haji Surabaya, kemarin (8/8).

Masih Dirawat di RS Haji Sukolilo


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Lima calon jamaah haji (CJH) asal Banyuwangi dikabarkan tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Empat dari lima CJH tersebut sakit dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit umum (RSU) Haji, di Surabaya, kemarin (8/8).

Dari lima CJH, satu orang dari kloter 36 dan empat sisanya dari kloter 37. Seorang CJH dari kloter 36 yang sakit diketahui bernama Supiatin, warga Desa/Kecamatan Purwoharjo. Saat pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat lalu, Supiatin masih terpantau sehat. Begitu masuk di asrama Haji Sukolilo Surabaya kondisinya lemah karena penyakit jantungnya kambuh.

“Sempat dilarikan ke rumah sakit dr. Soetomo Surabaya, karena kondisinya cukup lemah,” ujar ketua kloter 36 Banyuwangi, Mustain Hakim. Dari 450 orang CJH kloter 36, hanya tertunda satu orang karena sakit dan harus diisi oleh CJH asal Situbondo yang kondisi kesehatannya mulai membaik setelah di rawat di rumah sakit (RS) haji Surabaya.

Loading...

Empat CJH lainnya yang tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci berasal dari kloter 37. Tiga di antaraya harus menjalani perawatan tim medis. Mereka adalah Mashud Ibrahim, 83, warga Dusun Krajan, RT 5 RW 1, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung; Achmad Budianto, 45, warga Dusun Krajan RT 02/ RW 13, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar; dan Sri Pujiawati Mulyadi Mustari warga Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last