Razia Kos-kosan, Satpol PP Banyuwangi Amankan Belasan Remaja

  • Bagikan

BANYUWANGI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan razia kos-kosan, Jumat (21/12/2018) malam.

Razia kos yang dimaksudkan untuk meminimalisir dan menekan jumlah kenakalan remaja saat musim libur panjang sekolah tersebut, petugas menjaring 14 remaja yang tidak membawa atau belum memiliki identitas e-KTP. Dari 14 remaja tersebut, terdapat sepasang muda mudi yang terciduk sedang berbuat mesum di dalam kamar kos.

“Razia dilakukakan di 6 titik seputaran wilayah Kota Banyuwangi. Tidak sampai 2 jam kita dapat 14 remaja, satu pasang yang terciduk berduaan (mesum). Karena informasi ke kita rata-rata masih anak-anak semua,” ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Banyuwangi Anacleto Da Silva di kantor Satpol PP, Jum’at (21/12/2018) malam.

Anacleto menambahkan, ke enam titik tersebut, berada di Kelurahan Tukangkayu, Sobo, Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Di kawasan ini diketahui petugas merupakan tempat kos yang bisa bebas penghuninya.

Selain untuk menertibkan para penghuni rumah kos, lanjut Anacleto, hal ini juga untuk melakukan pendataan terhadap pemilik usaha rumah kos.

“Kita juga akan membina pemilik kos melalui Camat atau Lurah, sehingga harapan kita pemilik kos dapat menerapkan aturan yang ada. Sanksi kalau perlu,” paparnya.

Sementara itu, untuk sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa dan terciduk dalam razia rumah kos itu akan dilakukan pembinaan dan dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

“Sanksi yang kita terapkan ke mereka tipiring selain pembinaan, karena usia mereka di atas 17 tahun,” imbuh Anacleto.

Dia menambahkan, rata-rata dari para remaja yang terjaring dalam razia rumah kos merupakan korban putus sekolah akibat kenakalan remaja.

“Ada yang mentato tubuhnya dan kenakalan lain, sehingga dia dikeluarkan dari sekolah. Ini kan kasihan,” tandasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: