Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Tergerus Abrasi, 600 Pohon Cemara Hanyut

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

BANYUWANGI – Hujan deras yang mengakibatkan banjir menyebabkan abrasi di Pantai Rejo, Kelurahan Pakis, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Sedikinya 600 batang pohon cemara ludes hanyut terbawa banjir.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Rejo M. Muhyi mengatakan, cuaca ekstrem yang melanda Banyuwangi terjadi sejak 5 Mei 2020 lalu. Pantai Rejo mengalami abrasi, permukaan daratan terkikis gelombang pasang air laut setiap harinya.

Hingga Minggu 31 Mei 2020 daratan yang habis tergerus terkena abrasi, jelas Muhyi mencapai panjang satu kilometer dengan lebar 50 meter.

“Kami tidak tahu lagi harus bagaimana, perkiraan kami daratan yang semula untuk wisata Pantai Cemara sudah mulai berkurang sekitar 50 meter dengan panjang mencapai hampir satu kilometer,” kata Muhyi.

Dampak abrasi, 600 batang pohon cemara yang sudah berusia lebih dari delapan tahun semuanya juga ikut hanyut terbawa derasnya aliran air banjir dan pasang air laut.

“Dampak kerusakan sangat kami rasakan, pohon cemara yang sudah kami rawat sudah tak bisa lagi diselamatkan,” jelasnya.

Saat awal kejadian pada 5 Mei 2020, pohon cemara yang terkena abrasi dan tumbang sebanyak 100 batang pohon. Kondisi itu tidak berhenti, hingga puncaknya pada Rabu 27 Mei 2020 kembali terjadi pasang air rab diperparah banjir di muara sungai bagong. Dampaknya, ratusan pohon cemara yang tumbang makin banyak.

“Kalau dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin daratan Pantai Cemara akan hilang karena tergerus abrasi,” terang Muhyi.

Sejak ada kejadian banjir sungai bersamaan dengan banjir rob, dia sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perikanan dan kelautan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta pemerintah kabupaten Banyuwangi.

“Sudah kami laporkan dan sudah ditinjau oleh dinas terkait,” cetus Muhyi.

Sementara itu, pihak Pokmaswas juga telah menyiapkan 2 ribu bibit untuk reboisasi kawasan pesisir yang sudah hilang tanaman cemara akibat abrasi.

“Sudah tinggal tanam, bibitnya sudah kami siapkan,” harapnya.

Muhyi berharap Pemerintah Daerah ikut prihatin guna memberikan dukungan terhadap kondisi Pantai Cemara yang saat ini rusak.

“Memang semua ini adalah faktor alam yang sering terjadi setiap lima tahun sekali. Selain pohon cemara, 2 perahu nelayan rusak berat dan musala pantai cemara rusak sedang,” pungkasnya.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE