56 Ribu Warga Banyuwangi Belum Rekam KTP-el

0
1335

Warga-menunjukkan-KTP-lama-dan-KTP-elektronik-setelah-melakukan-perekaman-data-di-Dinas-Kependudukan-dan-catatan-Sipil-Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Satu bulan jelang deadline perekaman KTP elektronik (KTP-el) yang diberikan pemerintah pusat, sekitar 56.014 jiwa warga Banyuwangi belum memiliki KTP-el. Jika dalam satu bulan ke depan 56.014 jiwa itu tidak melakukan perekaman data, maka  mereka tidak akan bisa mendapatkan akses pelayanan publik.

Beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengeluarkan instruksi kepada semua pemerintah daerah untuk menuntaskan perekaman data KTP-el paling lambat 30 September 2016. Jika pada 1 Oktober masih ada warga yang belum melakukan  perekaman data KTP-el, maka resikonya yang bersangkutan tidak bisa mengakses pelayanan publik.

Akses pelayanan publik itu meliputi administrasi kependudukan, layanan jasa kesehatan, layanan perizinan usaha, layanan perbankan, dan akses layanan publik lain. Perekaman data KTP-el menjadi sangat penting karena pemerintah akan memberlakukan pelayanan publik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP-el.

Oleh karena itu, jika ada warga memiliki data ganda, akan kesulitan mengakses layanan publik di instansi pemerintah maupun swasta. “Instruksi pemerintah pusat, 30  September batas akhir perekaman data KTP-el. Pada 1 Oktober semua penduduk sudah menyelesaikan perekaman data,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Sudjani kemarin (30/8).

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Bupati Anas Minta Kepala Sekolah Dorong Kreativitas dan Jiwa Enterpreneurship Siswa