Jamaah Siapkan Bekal Armina

0
128
Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) memeriksa kondisi kesehatan dengan mendatangi kamar jamaah di setiap hotel, kemarin (28-8).

MAKKAH – Menjelang pelaksanaan puncak haji, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mulai melakukan pemantauan dan pemeriksaan kondisi kesehatan setiap jamaah dengan mendatangi setiap kamar, kemarin (28/8).

Seluruh dari Makkah petugas kesehatan kloter datang melakukan kunjungan pemeriksaan pada jamaah yang risiko tingi (resti) terutama yang mengenakan gelang berwarna kuning dan merah.

Petugas kesehatan memeriksa satu-persatu jamaah, tidak terkecuali jamaah yang menggunakan gelang warna hijau. Petugas kesehatan kloter mendatangi satu-persatu setiap kamar jamaah.

Loading...

Mereka diperiksa kondisi kesehatannya, mengingat menjelang pelaksanaan puncak haji jamaah membutuhkan kesehatan yang prima dan fisik yang harus terjaga dengan baik. “Bagi jamaah yang testi disarankan untuk tetap beristirahat selama di hotel, termasuk yang sakit juga diminta patuh aturan waktu meminum obat,” ujar Zuroida lmawan, salah seorang jamaah calon haji.

Petugas kesehatan kloter 37 embarkasi Surabaya dipimpin langsung oleh dr. ldha Prasetyowati dan perawat Hari Santoso. Selain memeriksa kondisi kesehatan jamaah, petugas kesehatan kloter juga memeriksa buku kesehatan jamaah dan obat- obatan yang akan dibawa jamaah.

Seluruh jamaah kemarin mulai mempersiapkan makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, serta keperluan lainnya menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sebagian jamaah mulai mempersiapkan makanan seperti kurma, buah-buahan dan berbagai jenis perbekalan.

Terutama bagi jamaah yang melaksanakan tarwiyah. Bagi jamaah yang melaksanakan tarwiyah, direncanakan sudah keluar dan hotel setelah salat ashar pada (29/8) sementara yang tidak melaksanakan tarwiyah keluar dari hotel pada (30/8).

Sementara itu, sejak di berlakukan clossing dare Kota Makkah, kendaraan selawat juga telah dihentikan operasionalnya. Pelayanan katering Minggu kemarin (27/8). Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, sebagian jamaah membeli makanan di sekitar hotel yang banyak dijual oleh pedagang kaki lima.

Sebagian besar jamaah memilih memasak sendiri dengan bahan baku yang sudah dipersiapkan mulai dari rumah. Bus salawat akan kembali mulai beroperasi pada (6/9), begitu juga dengan layanan katering bagi jamaah.

“Pemerintah selama di Makkah memberikan layanan katering selama 25 kali yang diberikan pra dan pasca Armina. Sedangkan saat di Arafah dan Mina, diberikan makanan tersendiri,” tandas ketua kloter 37, syafaat. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :