Petani Minta Pemerintah Atur Tata Niaga Cabai

0
578

BANYUWANGI- Fluktuasi harga cabai yang kerap berubah dengan cepat membuat petani resah dan gerah. Meski harga komoditas beberapa kali meroket, namun tidak berbanding lurus dengan keuntungan yang diterima petani.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sejatinya, melambungnya harga cabaiakan menambah keuntungan yang diterima petani namun yang terjadi harga tinggi tidak memberi keuntungan tambahan bagi petani. Naik dan turunnya harga cabai dinilai para petani sering tidak rasional karena permainan spekulan mengambil keuntungan yang berlipat.

Salah satu petani cabai asal Singojuruh, Abdul Fatah mengatakan, saat harga cabai  melonjak fantastis di pasar Jakarta, petani  belum merasakan keuntungan yang  sebanding. “Waktu harga di Jakarta  Rp 60 ribu, tapi harga di Banyuwangi hanya Rp  12 ribu per kilogram.

Ini tidak adil, harga dari kita Rp 12 ribu tapi di pasar Jakarta dijual Rp 60 ribu, sebagai pemasok cabai kita kecewa. Kita juga sering disalahkan petani,” ujarnya Melihat kondisi harga cabai saat ini, Fatah mengaku sangat ironis.

Hasil penjualan terpaut sangat jauh dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh petani. “Dari  dulu persoalannya ini. Harga cabai sangat mahal atau sangat murah,” kata Fatah. Ketua Asosiasi Cabai Banyuwangi, Asrofi mengatakan, pemerintah harus membenahi  tata niaga cabai.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2