Putri Sri Tanjung I Karam, Dua ABK Diperiksa Polair

0
342

Putri-Sri-Tanjung-I-Karam,-Dua-ABK-Diperiksa-Polair

KALIPURO – Sehari setelah kapal landing craft tank (LCT) Putri Sri Tanjung I karam di dermaga beaching Pantai  Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pihak Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres  Banyuwangi langsung bertindak.

Kali ini dua anak buah kapal (ABK)  LCT Putri Sri Tanjung I yang bertugas ja ga saat kapal karam langsung diperiksa  penyidik Satpol Air. Pemeriksaan dua  ABK itu untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal, karena ada indikasi  sengaja ditenggelamkan.

Kasat Polair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, mengatakan dua ABK yang  dipanggil Satpol Air berinisial S dan H. Kedua ABK itu dimintai keterangan untuk memastikan penyebab kapal tenggelam. Berdasar penyelidikan yang dilakukan, dua ABK tersebut mengelak kapal disebut-sebut mengalami kebocoran.

”Informasi yang berkembangkan memang ada unsur kesengajaan, tapi berdasar keterangan dua ABK kapal tidak mengalami bocor,” jelas Subandi. Subandi menambahkan, dua ABK yang diperiksa tersebut, saat kapal karam memang sedang bertugas jaga di dalam kapal.

Loading...

Mereka bertugas  mengawasi kalau ada air masuk terlalu banyak ke dalam kapal dan harus siap menguras air. Namun, pada saat kejadian, ombak yang menerjang begitu besar, sehingga air dengan mudah dan banyak masuk melalui buritan kapal.

”Dua ABK ini kewalahan menguras air yang  masuk, karena air masuk lebih banyak daripada yang dikuras. Kesimpulan pemeriksaan kapal karam memang karena ada ombak besar,”  tambahnya.  Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kapal  LCT Putri Sri Tanjung I yang karam sampai  Sabtu (11/6) posisinya masih seperti awal karam, buritan kapal masih di dasar laut.

Proses pengangkatan kapal belum berhasil dilakukan. Sampai kema rin para pekerja masih melakukan penyelaman untuk memasang pelampung besar di bawah kapal yang karam. Nanti pelampung  yang sudah terpasang akan dipompa menggunakan  kompresor agar bisa mengangkat bodi kapal yang karam.

”Hari ini (kemarin) baru tiga pelampung yang terpasang. Proses mengangkat kapal memang tidak sebentar, butuh waktu,“ ungkap Eko salah satu pekerja. Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal LCT Putri Sri Tanjung I yang sudah lama mangkrak di dermaga beaching Pantai Bulusan, Kecamatan Kalipuro, karam Rabu malam (8/6).

Beruntung,  karamnya kapal yang dikelola PT. PBS itu tidak  menelan korban jiwa, karena kapal sedang tak berpenghuni. Dugaan sementara, karamnya kapal yang menjadi aset Pemkab Banyuwangi itu akibat dihantam ombak besar.

Informasi yang diperoleh, ombak menghantam buritan kapal sejak Rabu pagi (8/5). Karena hantaman ombak semakin kuat, air laut semakin banyak yang masuk ke  dalam buritan. Lantaran berat sebelah, pukul 20.30 kapal itu karam dengan posisi buritan berada di dasar laut dan miring 45 derajat. (radar)

loading...