Tes Karantina, Kedelai Impor Dinyatakan Bebas Jamur

0
1175
Hopper kapasitas 10 ton mengeruk muatan kedelai impor dari kapal Pac Athena untuk diangkut truk di Pelabuhan Tanjung wangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (11/10).

KALIPURO – Kedelai impor dari Amerika yang masuk Pelabuhan Tanjungwangi diuji oleh Badan Karantina Pertanian Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Wilayah Kerja Karantina Pertanian Ketapang, Banyuwangi kemarin (11/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Begitu masuk Indonesia, sebanyak 16.497,99 ton kedelai tersebut harus dipastikan steril dari bakteri maupun jamur dari negara asal.

Koordinator Bidang Pertumbuhan Kantor Badan Karantina Pertanian Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Wilayah Kerja Karantina Pertanian Ketapang Banyuwangi Wisnu Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah mengambil sampel kedelai impor tersebut. Selanjutnya, balai karantina melakukan pemeriksaan sampel kedelai impor yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Wangi itu.

Menurut Wisnu, pemeriksaan itu untuk mencegah masuknya serangga Sitophilus granarius dan cendawan Peronospora manshurica dari Amerika ke Banyuwangi. “Hasilnya, pada kedelai impor itu tidak ditemukan adanya kandungan serangga serta jamur,” ujar Wisnu.

Loading...

Dia menambahkan, kedelai impor dari Amerika tersebut layak untuk didistribusikan ke daerah-daerah seluruh lndonesia. Hingga saat ini sudah enam kali dilakukan pembongkaran kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, yakni pada oktober 2016 sebanyak 12.000 ton, November 2016 sebanyak 6.000 ton, Februari 2017 sebanyak 15.000 ton, April 2017 sebanyak 14.000 ton, Juli 2017 sebanyak 14.000 ton, dan pada Oktober 2017 ini sebanyak 16.497 ton.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last