Mediasi Buntu, Tumpang Pitu Mencekam

0
595

SEMENTARA ITU, mediasi yang dilakukan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi dengan cara mempertemukan PT. BSI selaku pelaksana penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, dengan warga yang mengaku tinggal di sekitar lokasi penambangan tidak membuahkan hasil.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Puluhan warga yang diundang dalam pertemuan yang digelar di Hotel Baru Indah, Jajag, Kecamatan Gambiran, itu memilih walkout dan pulang karena dianggap tidak ada gunanya. Praktis, acara yang dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi dan  PT. BSI itu bubar di tengah acara.

Mediasi yang dimulai pukul 10.00 dan dipimpin Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemkab Banyuwangi, Wiyono, itu hanya berlangsung sekitar 40 menit. “Dari warga siapa  yang akan mewakili,” kata Wiyono.

Juru bicara warga, Edi Laksono, menyampaikan sikap warga hanya satu, yaitu tambang emas di Gunung Tumpang Pitu dihentikan. Selama ini ada ribuan warga di sekitar Gunung Tumpang Pitu yang menggantungkan hidupnya atas hasil laut.

“Dengan ada penambangan emas, nasib nelayan terancam,” katanya. Menanggapi permintaan warga itu, Direktur Utama PT. BSI, Cahyono Seto, mengatakan semua langkah yang dilakukan sudah berdasar aturan. “Kami berpatokan pada legalitas, Pak. Legalitas kami itu  sudah komplet.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last