Nyepi, Anak-anak Tidur di Pura

0
248

nyepiROGOJAMPI – Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1935 sangat terasa di Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi. Rumah penduduk di kawasan tersebut tampak sepi dari aktivitas. Bahkan, hampir semua rumah dengan model Bali tertutup sejak pagi hari. Bukan hanya itu, jalan dan gang sebagai akses masuk ke kawasan padat penduduk yang sebagian besar beragama Hindu tersebut diberi penghalang bambu. “ Ini agar masyarakat tidak masuk seenaknya” kata Suwito 39, warga sekitar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Meski tidak dijaga pecalang atau keamanan adat, jalan dan gang masuk ke rumah penduduk yang mayoritas beragama Hindu itu relatif aman dan tidak ada gangguan. “Sudah terbiasa tiap tahun. Setiap Nyepi, warga di sini sudah paham dan saling menghormati.” Pungkasnya. Sementara itu, suasana sepi juga terasa di Pura Amerhtasari, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. Hanya ada beberapa anak kecil yang tidur-tiduran di tempat ibadah tersebut. Mereka sama sekali tak melakukan aktivitas apa pun selama Nyepi kemarin. “Kami diam di sini dan puasa sampai besok (hari ini, red),” kata Komang Edi Setiawan, salah satu bocah. (radar)

Loading...

Baca Juga :