SANTAP 4.000 TUMPENG

  • Bagikan

GLAGAH – Jalanan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dipenuhi ribuan orang malam kemarin. Banyak masyarakat yang datang ke Desa Kemiren kemarin untuk mengikuti selamatan bertajuk Tumpeng Sewu. Tunpeng Sewu adalah selamatan kampung masal yang digelar setiap awal bulan Zulhijah oleh mayarakat Desa Kemiren.

Dalam  kampung malam kemarin, ada sekitar 4.000 Tumpeng yang disajikan dan dimakan bersama-sama warga. Tak sampai satu jam,  ribuan tumpeng tersebut ludes di makan.  Tidak hanya warga Kemiren yang hadir dalam selamatan kampung kemarin.

Warga luar Desa Kemiren juga banyak yang hadir untuk ikut menikmati sajian menu pecel pitik yang ada di setiap tumpeng. Selamatan kampung Desa Kemiren yang masuk kalender Banyuwangi Festival tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Dirjen Aplikasi Informatika Keminfo, Bambang Heru Tjahyono; Ketua DKB, Samsudin Adlawi; jajaran forpimda dan Forpimka Glagah.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji yang dijadwalkan hadir tadi malam tidak bisa datang karena masih dalam perjalanan. Bupati Anas yang membuka selamatan Tumpeng Sewu dalam sambutannya mengatakan, Festival Tumpeng Sewu ini merupakan sebuah kearifan lokal yang sangat baik bagi masyarakat.

Bisa dilihat dari banyaknya warga dari berbagai daerah yang hadir dalam selamatan Tumpeng Sewu juga bisa dijadikan ajang silaturahmi masyarakat Desa Kemiren dengan warga lain.  Anas banyak mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Kemiren yang sangat antusias mengadakan selamatan kampung tersebut.

Dia berharap dengan adanya selamatan Tumpeng Sewu itu masyarakat selalu diberi keselamatan dan kesehatan. “Atas nama pemerintah saya sangat bangga sekali. lni kehebatan orang Indonesia, baik kaya maupun miskin bisa melakukan selamatan.

Beda dengan Malaysia, di sana banyak orang kaya tapi tidak bisa melakukan selamatan,” kata Anas. Usai sambutan bupati, seluruh warga dan tamu undangan yang hadir membaca doa. Selanjutnya. seluruh warga yang datang di Desa Kemiren langsung menyantap tumpeng dengan menu pecel pithik bersama-sama.

Sekadar tahu, Tumpeng Sewu merupakan wujud syukur warga Desa Kemiren kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang mereka terima selama ini. Tumpeng Sewu diyakini merupakan selamatan tolak bala dan menghindarkan warga dari segala bencana (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: