Jelang Nyepi, Arus Mudik dari Bali ke Jawa Sepi

  • Bagikan
Foto: TIMES Indonesia

BANYUWANGI – Arus mudik dari Bali – Jawa menjelang Hari Raya Nyepi umat Hindu pada tahun 2020 ini tidak seperti biasanya.

Dilansir dari TIMES Indonesia, di tengah wabah Corona atau Covid-19 ini lalu lintas dalam beberapa hari terakhir ini terbilang sedikit. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Angka penurunan lalulintas berdasarkan data dari PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang mengalami penurunan hingga 50 persen lebih. Namun kondisi ini justru membuat pihak pelabuhan merasa senang.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Fahmi Alweni mengatakan, sepinya arus mudik kali ini disebabkan masyarakat dengan legowo sudah menjalankan anjuran pemerintah. Yakni untuk berdiam diri selama mewabahnya Covid-19 saat ini.

“Ini dampak virus corona,” kata Fahmi, Senin (23/3/2020).

Sebagaimana pemerintah menginstruksikan agar masyarakat berdiam diri dan melakukan pekerjaan dari dalam rumah. Daripada melakukan perjalanan untuk aktivitas yang tidak terlalu diperlukan.

Hingga H-2 hari raya Nyepi ini, jelas Fahmi, hanya sedikit saja kendaraan yang nampak menggunakan jasa penyeberangan. Baik arus mudik dari Bali, maupun arus masuk dari Banyuwangi.

Dan kondisi seperti inilah yang sangat diharapkan oleh pihaknya, yakni demi keselamatan dan kenyamanan bersama ditengah wabah corona ini.

“Dan memang ini yang kita harapkan,” kata Fahmi.

Angka penurunan jumlah penumpang selama mudik Nyepi ini sekitar 70 persen. Dimana 60 persen dari jumlah tersebut merupakan kendaraan pribadi roda dua dan roda empat. Sedangkan 10 persen sisanya merupakan penurunan penumpang pejalan kaki. Namun, untuk kendaraan angkutan logistik mengalami kenaikan.

“Ini yang kita harapkan, dengan terjadi penurunan traffic penumpang maupun kendaraan ini kita harapkan agar pencegahan penularan terhadap Covid-19 ini bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, dengan turunnya arus mudik libur Nyepi ini bisa dipastikan arus balik menuju Bali setelah libur Nyepi nanti juga sepi.

Padahal pada tahun-tahun sebelumnya pada musim mudik dan balik libur Nyepi kondisi di Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang dipastikan penuh dengan kendaraan pemudik. Pemudik libur Nyepi rata-rata merupakan warga pulau Jawa yang merantau atau bekerja di Bali.

Ditambahkan Fahmi, untuk jumlah kapal yang dioperasikan selama libur Nyepi ini masih tetap sama dengan hari biasanya yakni 32 Kapal. Dia tidak mengetahui apakah akan ada kebijakan pengurangan kapal akibat penurunan penumpang ini.

“Traffict-nya semakin menurun tergantung kebijakan dari BPTD untuk mengurangi kapal,” tegasnya.

Meski sepi, namun protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap dilakukan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Semua penumpang yang akan naik atau turun diharuskan mencuci tangan dengan disinfektan dan diperiksa suhu tubuhnya.

Baca :
DPRD Jatim: Sengketa Lahan di Desa Pakel Butuh Perhatian Serius
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: