Penambang Belerang Minta Kawah Ijen Kembali Dibuka Usai Gelombang Tsunami

0
15
Foto: Detikcom

BANYUWANGI – Akhir bulan lalu terjadi fenomena alam seperti tsunami di Danau Kawah Ijen, sehingga aktivitas penambangan belerang ditutup. Kini para penambang meminta penambangan tersebut segera dibuka kembali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Dilansir dari Detikcom, permintaan itu mereka sampaikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi. Sebab, penutupan itu membuat para penambang belerang menganggur sehingga tidak memiliki pemasukan.

“Kami minta untuk adanya pembukaan kembali penambangan belerang. Kami sudah tidak punya uang lagi. Jika dibuka, maka perekonomian kami bisa ada pemasukan,” ujar Arifin, petugas Sulfatara penambangan belerang Ijen kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Per hari, terang dia, penambang belerang minimal mendapatkan uang dari mengangkut belerang sekitar Rp 70 ribu. Itu jika mereka mengangkut belerang satu kali dalam sehari. Jika dua kali mengangkut, penambang belerang bisa mendapatkan upah dua kali lipat.

“Kalau dua kali naik ya dapat dua kali lipat. Ditambah Rp 10 ribu karena sudah naik dua kali ke Gunung Ijen,” imbuhnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2