The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian
Social  

Kontingen Tunanetra Optimistis Juara

Register your email to Subscribe to news delivered directly to your mailbox

BANYUWANGI – Kontingen Banyuwangi mengusung target juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) East Java Province (East Java) ke-26 yang digeber 24-30 May 2015 coming. Tidak kalah sesumbarnya, peserta tunanetra Banyuwangi juga optimistis bisa menjadi juara pertama ajang yang akan digelar di daerah sendiri tersebut.

Giat berlatih setiap hari selalu dilakukan peserta tunanetra tuan rumah di Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) Banyuwangi. Seperti yang dilakukan Wahyono, 22, dan Nurainah, 28. Dua peserta yang mewakili Banyuwangi dalam cabang tilawah golongan tunanetra itu selalu berlatih agar nanti bisa menyabet juara pertama.

”Kalau melihat peserta dari kota lain, kami masih di atasnya.” kata Wahyono. Menurut Wahyono, latihan secara rutin sebelum perlombaan sangat penting bagi dirinya. Selain untuk mengasah mental, hal tersebut dilakukan agar target yang diusung bisa diraih dengan mudah.

”Mudah-mudahan bisa juara pertama biar saya bisa pergi umrah,” terang Wahyono. Meanwhile, Nurainah, peserta tunanetra putri, juga optimistis nanti bisa menjadi juara pertama. Nurainah berharap, optimisme yang sudah melekat pada dirinya itu mudah-mudahan bisa menyebar kepada masyarakat Banyuwangi.

Therefore, masyarakat diharapkan ikut memberikan doa dan dukungan kepada seluruh kontingen Banyuwangi. ”Kita sudah siap. Mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Banyuwangi,” tutur Nurainah.

Meanwhile, pembina pendamping MTQ Banyuwangi, Atfal Fadloli menuturkan, pihaknya tidak kesulitan dalam membimbing dua peserta yang mewakili Banyuwangi tersebut. Saat ini mereka fokus pendalaman tajwid dan lagu dua.

”Selain itu, kami juga melatih fisik mereka. Setiap pagi dan sore selalu olahraga kecil agar badan tetap sehat dan fit,” terang Atfal. Tidak hanya doa yang dia harapkan, dukungan langsung masyarakat saat perlombaan juga sangat diharapkan Atfal .

Dengan adanya suporter yang banyak, diharapkan itu mampu membakar semangat para peserta. ”Iya, suporter itu penting. Mudah-mudahan saja nanti pas lomba ada suporter dari anak-anak sekolah yang dikerahkan,” harap Atfal.

Selain kepada dirinya, dua peserta tunanetra itu juga berlatih kepada Ustad Juawaini di Ponpes Al-Antari, Penataban Village. ”Saya melatih dasarnya, terus pendalamannya mereka berlatih di Ponpes Al-Antari. 90 persen kita sudah siap," he concluded.

Just know, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur ke-26 yang digelar 24-30 Mei akan berlangsung di Banyuwangi. Semua persiapan mulai menyambut para tamu hingga pembukaan dan pelaksanaan terus dimatangkan Pemkab Banyuwangi.

Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Banyuwangi Regency Government, Drs. H. Nurul Holili menjelaskan, tahun ini Banyuwangi menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-26. MTQ tersebut akan diikuti kafilah dari 38 cities/districts in East Java. Kafilah yang akan berlaga di MTQ itu mencapai ratusan.

Untuk mempersiapkan even akbar itu, panitia sudah menyediakan 11 location, yaitu GOR Tawang Alun, Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Gedung Wanita Paramitha Kencana, aula Stikes, aula SMKN 1 Banyuwangi, aula SMKN 1 Glagah, Aula ntag 1945, aula Korpri, aula Uniba, aula SDN Model, aula Dinas Pendidikan, dan aula Kemenag Banyuwangi.

MTQ tahun ini akan melombakan 10 kategori, yakni musabaqah syarhil Quran, MTQ golongan remaja dan tunanetra, MHQ 30 juz dan tafsir bahasa Arab, musabaqah karya tulis ilmiah Alquran, MHQ 1 juz tilawah, dan MHQ 5 juz tilawah. ”Ada juga MKQ lomba kaligrafi Alquran, tafsir bahasa Indonesia dan Inggris, Tilawah anak dan tartil, MHQ 10 juz dan MHQ 20 done, dan qiraat sab’ah,” papar Cholili. (radar)