The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

Even though PMK cases are decreasing, This is the message from the Banyuwangi Regency Government

Register your email to Subscribe to news delivered directly to your mailbox

TIMES BANYUANGI, BANYUWANGI – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) in Banyuwangi Regency is decreasing. Even, dibeberapa daerah sudah bisa dikatakan tidak ada kasus atau zero case on Blambangan Earth.

Nevertheless, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi berpesan kepada masyarakat Kota Sunrise of Java jangan lengah terhadap virus PMK dan tepat melakukan suntik vaksin kepada hewan ternaknya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiarto, say, beberapa bulan terakhir ini kasus hewan ternak yang terserang virus PMK mulai menurun.

Bulan Desember kemarin kita sudah tidak ada laporan terkait hewan ternak yang terkena gejala PMK,” katanya saat ditemui di ruang kerja kantor Dispertan Banyuwangi, Friday, (27/1/2023).

However, pada awal bulan januari Dispertan menerima laporan dari wilayah Kecamatan Cluring, Genteng dan Muncar dengan total sebanyak 6 ekor hewan yang terkena gejala PMK. “Awal bulan ini kami menerima laporan. Tapi dengan gejala ringan,” he said.

Masih kata Nanang, usai mendapatkan informasi tim satuan tugas (satgas) langsung bergerak cepat untuk memberikan tindakan penanganan hewan tersebut. “Thanks, tidak sampai satu minggu hewan ternaknya sudah pulih,” he said.

Dispertan Banyuwangi meminta supaya masyarakat jika mengetahui tanda- tanda gejala PMK untuk segera melaporkan kepada tim satgas atau datang ke kantor Dispertan dan bisa juga menginformasikannya melalui call center di nomor 082141368195.

On the other hand, warga yang memiliki hewan ternak mulai merasa abai dengan keberadaan virus PMK. Although, menurunya jumlah kasus itu masih belum diketahui secara pasti.

Bisa jadi tidak ada masyarakat yang melaporkan ke petugas ataupun memang fakta di lapangan tidak ada. “Yang saya takutkan masyarakat tidak lapor ke petugas jika hewan ternaknya terkena PMK,” he said.

Nevertheless, Dispertan terus berupaya dan blusukan ke kandang-kandang ternak warga untuk menggenjot angka vaksin sekaligus observasi langsung hewan-hewan ternak yang terindikasi gejala PMK.

Kata Nanang, masyarakat menilai virus PMK sudah selesai. Jadi terkadang mereka tidak mau hewan ternaknya divaksin. “PMK ini merupakan sebuah virus. Cara menanggulanginya ya lewat vaksin,” he explained.

Berdasarkan data posko kesiapsiagaan dan kewaspadaan PMK Banyuwangi, mulai bulan Juli 2022 be found 50.892 cow, 25.819 Kambing dan 22.350 Domba yang telah tervaksin.

Dengan alokasi vaksinasi pada gelombang satu vaksin satu sebesar 5.782, vaksinasi gelombang dua vaksin satu sebanyak 10.308 dan pada vaksin 2 amount 5.235. Sedangkan pada gelombang ketiga dan empat terdapat 67.657 vaksin satu, 31.476 vaksin dua dan 501 Booster.

Nanang said, bahwa PMK tidak zoonosis atau tidak menular ke manusia. But, penyebaran virus ini sangat cepat kalau tidak segera ditangani. “Virusnya memang tidak menular ke manusia. Tapi kita harus bergotong royong melawan virus PMK ini dengan memvaksin hewan ternak,” strictly.

Nana added, memang efek samping dari vaksin biasanya hewan ternak mengalami demam atau tidak mau makan. Dan kalau terjadi seperti itu satgas PMK selalu siap untuk dipanggil. “Kami pastikan vaksin itu aman. Segera laporkan jika ada tanda-tanda gejala PMK di hewan ternak anda,” he added.

For your information, PMK adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang hewan ternak seperti sapi, The buffalo, kuda dan babi dengan tingkat penularan cukup tinggi. Because of that, Dispertan Kabupaten Banyuwangi terus menggalakan dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mendorong vaksinasi. (*)

herald : Fazar Dimas Dear (MG-418)
Editor : Ronny Wicaksono

source