Usaha Babebo makin Lesu

0
165

GENTENG – Bisnis pakaian baju bekas bos (babebo) kini mulai lesu. Kondisi itu berbeda jauh dibanding beberapa tahun silam. Tak ayal sejumlah penjual babebo di Kecamatan Gambiran dan Genteng pun sepi peminat akhir- akhir ini.

Salah satu penjual babebo di Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Yahya, 60, mengatakan dalam sehari warga yang mengunjungi tokonya rata-rata hanya dua orang. “Sepi sekali, sehari kadang hanya dua orang,” katanya.

Loading...

Yahya mengaku sudah berupaya keras untuk menjual babebo. Malahan, dirinya sempat mendatangi warga dari rumah ke rumah. Nyatanya, warga banyak yang kurang tertarik. Padahal, harga yang ditawarkan cukup murah, yakni hanya Rp 20 ribu.“Saya jual keliling, biayanya malah tinggi,” ungkapnya. 

Nasib penjual babebo yang kekurangan pembeli ini, juga dialami Jaya, 29, yang  embuka lapak di Dusun Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Penjual babebo tersebut mengaku dalam sehari hanya mendapat pemasukan Rp 100 ribu. “Sekarang pembeli hanya sekitar dua orang, dulu di atas 10 orang,” ungkapnya. (radar) 

loading...


Kata kunci yang digunakan :