Garam masih Mahal, Ikan Asin Menyesuaikan

0
435
Pekerja menjemur ikan jenis Ikan Pindang untuk dijadikan ikan kering di Banyuwangi

MUNCAR – Dampak kenaikan harga garam, sampai kini masih dirasakan para perajin ikan asin yang ada di daerah pesisir Pantai Muncar, Kecamatan Muncar. Harga garam yang masih belum turun, membuat harga ikan asin tetap tinggi.

Hingga kemarin (25/8), harga garam masih tetap diangka Rp 4.500 per kilo gram. Padahal biasanya, harga garam itu hanya Rp 2.500 per kilogram. “Harga garam naik, harga ikan asin juga naik,” cetus Suryani, salah seorang perajin ikan asin di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Loading...

Menurut Suryani, ikan asin jenis petek yang awalnya hanya Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 16 ribu perkilogrm. Ikan asin laying yang biasanya hanya Rp 28 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Untuk ikan asin teri yang sebelumnya hanya Rp 29 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Untuk ikan asin cumi-cumi yang awalnya Rp 50 ribu perkilogram, kini menjadi Rp 55 per kilogram. “Naiknya harga ikan asin itu sejak empat hari lalu,” ungkapnya.

Perajin ikan asin lainnya, Didik Hardiyanto, 40, mengungkapkan naiknya haga ikan asin itu dipengaruhi harga garam yang tidak segera turun. “Ini murni karena harga garam tidak turun, jadi harga ikan asin banyak yang naik,” tegasnya.

Untuk produksi ikan asin, Didik menyebut mengalami peningkatan. Menurutnya, selain hasil tangkapan ikan yang banyak, produksi ikan asin bisa maksimal karena cuaca yang panas. “Untuk ikan asin ukuran kecil itu sehari sudah bisa kering. Untuk ikan yang besar rata-rata dua hari sudah kering,” terangnya.

Untuk menurunkan harga ikan asin, Jelas dia, itu bila harga garam turun. Bila tidak, maka harga ikan asin malah bisa naik lagi. “Kita berharap harga garam turun,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :