Lasing Muatan Kapal Kurang Standar

0
475
Rombongan KNKT usai melakukan sidak kapal feri di Pelabuhan Penyebrangan PT ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jumat (9/6/2017).

Staf Kemenhub Temukan Masalah di KMP

KALIPURO – Kapal Motor Penumpang (KMP) yang berlayar di rute Ketapang-Gilimanuk belum semuanya menerapkan aturan lasing (mengikat truk dengan sabuk pengaman). Ada yang sudah mengikat muatan dengan tali, tapi belum memenuhi standar.

Hal ini terungkap ketika Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimodal dan Keselamatan Cris Kuntadi sidak di ASDP Ketapang, kemarin. Dalam sidak yang didampingi Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono itu, Cris menemukan masalah di KMP Pottre Koneng.

Banyak kesiapan yang perlu dibenahi oleh KMP Pottre Koneng ketika beroperasi di ASDP, termasuk masalah dan life jacket. “Keselamatan dan service penumpang menjadi tugas pokok bagi regulator dan operator di pelabuhan ASDP Ketapang-Gilimanuk,” ujar Cris Kuntadi.

Loading...

Menurutnya, lasing menjadi masalah pada saat dilakukannya sidak kemarin (9/6). Pengikatan sabuk untuk truk muatan barang yang ada di KMP Pottre Koneng hanya tersedia dua. Inipun hanya diikatkan pada bagian belakang truk dan tidak sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Seharusnya, lanjut Cris, untuk muatan seberat itu lasing harus diikatkan pada chasis dan ada empat ikatan. “Untuk lasing sudah dilaksanakan, tetapi masih kurang untuk standart kelayakan,” imbuh Cris.

Kemenhub dan KNKT tidak hanya bertugas menginspeksi keselamatan saja, tetapi juga mengantisipasi musibah pada saat kapal beroperasi. Sidak yang dilakukan staf Kemenhub kemarin didampingi oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Gilimanuk Arif Muljanto dan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang Ispriyanto.

Selain masalah lasing, Cris juga menyoroti tentang life jacket. Untuk life jacket juga sudah memenuhi kapasitas tetapi masih belum memenuhi kualitas. Banyak life jacket yang lampu keselamatannya tidak berfungsi dan itu harus segera dibenahi karena menyangkut keselamatan jiwa manusia.

“Jadi latihan keselamatan harus rutin dan perlu ditingkatan lagi,” ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. Rombongan pejabat Kemenbub dan KNKT kemarin sempat merasakan goyangan ombak besar. Sebab, ketinggian ombak selat Bali mencapai 3,5 meter.

Akibatnya kapal Pottre Koneng sempat terombang-ambing cukup lama. Sehari sebelumnya, sejumlah muatan KMP sempat dihantam ombak. Kendaraan roda empat di atas geladak kapal bergoyang cukup lama. Tak sedikit, penumpang kapal berteriak histeris.

“Dalam dua hari ini ombak selat Bali memang tinggi. Kalau muatan tidak dilasing, bisa terguling,” ujar seorang pejabat OPP Gilimanuk, Jujur Panjaitan. (radar)

loading...