Umat Hindu Gelar Ritual Melasti

0
154

MUNCAR- Umat Hindu dari berbagai daerah di Banyuwangi Selatan, menggelar upacara Melasti di  pesisir Pantai Gumuk Kantong, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar kemarin (26/3). Dalam ritual itu,  mereka mengambil air suci atau tirta kamandanu.

Upacara Melasti yang dipimpin Bopo Pandito Giri Dharma Sraya Arsa dari Pura Purwo Griya Santi, Desa Gumukrejo, Kecamatan Purwoharjo, itu merupakan rangkaian ritual yang dilaksanakan sebelum acara Tawur Agung dan perayaan hari  raya Nyepi yang digelar besuk (28/3).

Loading...

“Tujuan  ritual Melasti itu untuk menyucikan diri sebelum menjalani prosesi Nyepi,” kata pemangku  Pura Sumur Margomulyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Mangkulami. Ketua panitia upacara Melasti, Bambang Apriono, menyampaikan ritual yang digelar di pinggir pantai itu diikuti oleh umat Hindu yang ada  di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Muncar, Srono, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.

“Ini (upacara Melasti) awal dari prosesi hari raya Nyepi. Melasti itu bukan sekedar kewajiban, tetapi  sudah menjadi kebutuhan untuk menyucikan  diri sebelum Nyepi. Makanya, upacara digelar di  beberapa sumber air. Air diambil untuk dibawa  ke tempat sembahyangan,” kata pria dari Pura Widya Karana Desa Sumbersewu, Kecamatan  Muncar itu.

Menurutnya, Melasti kali ini bertema tentang kebhinekaan. Itu dipilih mengingat kondisi di  Indonesia itu banyak perbedaan yang terus di pertentangkan. Padahal, negara Indonesia itu lahir berkat perjuangan  dari suku bangsa dan agama. “Semua sangat berperan dalam  mendirikan Negara Indonesia,” katanya.

Tema kebhinekaan ini sengaja  diambil, terang dia, agar Indonesia seperti dulu yang selalu  hidup berdampingan, dan saling hormat-menghormati. Sehingga, rasa toleransi antar sesama tetap terjaga. Kita hidup di Indonesia termasuk di Banyuwangi, selalu berdampingan. “Banyak agama sehingga harus tetap rukun dan bersatu,”  paparnya. (radar)

loading...