Dihadiri Mira Lesmana, Festival Film Banyuwangi Bertebaran Tema Lokal

0
261

“Tema film itu sangat menarik, paling unik dan kuat. Ini sesuatu yang jarang di bicarakan. Bahkan emosi di film ini juga dapat,” terang Mira.

Sementara itu, Lutfi Masduki menngungkapkan ide pembuatan film ini berawal dari kisah penari pria Gandrung Marsan. Lutfi mengaku resah banyak masyarakat yang menganggap tabu seorang pria menjadi Gandrung.

“Saya ingin membuka mata masyarakat bahwa dulu Gandrung itu awalnya ditarikan oleh seorang pria, bukan perempuan. Dan Marsan adalah penari Gandrung pria terakhir, yang kemudian kini Gandrung dimainkan oleh penari perempuan,” kata Lutfi.

Lutfi sendiri mengaku senang dengan digelarnya festival film di kota kelahirannya ini. Menurutnya, festival ini menjadi wadah bagi dia dan pembuat film pemula untuk mengekspresikan karyanya.

“Sangking senangnya waktu ada pengumuman festival film, saya langsung kontak semua teman untuk membuat film pendek. Kami ber-15 pembuat film ini hanya mengeluarkan Rp 250 ribu untuk membuat Jaler. Semua tidak ada yang dibayar, hanya bermodalkan semangat, yang penting setor karya kami di festival ini. Kami hanya ingin menjukkkan, bahwa anak daerah juga bisa membuat film,” kata Lutfi.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last

Baca :
Festival Kuwung Hadirkan Gemilangnya Ragam Seni Budaya Banyuwangi