Bupati Gunung Kidul Belajar Gerakkan Birokrasi

0
62

BANYUWANGI – Bupati Gunung Kidul Yogyakarta, Hj Badingah memboyong 80 pejabat di lingkungan Pemkab Gunung  Kidul belajar ke Banyuwangi  kemarin (24/3). Selain mengajak stafnya, Hj Badingah juga mengajak Ketua DPRD setempat Suhar  Rombongan Bupati Gunung  Kidul tersebut diterima Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah  (Sekda) Banyuwangi, Djadjat  Sudradjat di Pendapa Sabha  swagata Blambangan.

Sesudahnya, rombongan juga langsung menuju lounge pelayanan publik Pemkab Banyuwangi. Hj Badingah mengaku sengaja datang ke Banyuwangi untuk belajar banyak tentang pengembangan pariwisata dan Sistem Akuntabilitas Kinerja  Instansi Pemerintah (SAKIP ) di Banyuwangi.

Pihaknya bersama rombongan ingin belajar penuh tentang keberhasilan Banyuwangi menyelenggarakan event-event pariwisata berkelas nasional dan dunia. Apalagi Banyuwangi dan Gunung Kidul, kata Hj Badingah, memiliki kesamaan dari segi potensi alam.

Loading...

Namun kemajuan Banyuwangi jauh melesat dari  dengan berbagai inovasi yang  selalu mendapat nilai tertinggi dan excellent. Karena itulah, dia ingin belajar semua program yang dimiliki Banyuwangi. Selain itu, fokus kedatangannya adalah untuk belajar  bagaimana mengelola keunggulan pariwisata dan mengemas event wisata hingga bisa  dikenal masyarakat secara luas,  dan mampu mendatangkan  kunjungan wisatawan.

“Kami juga ingin tahu resep top leader  Banyuwangi mampu menggerakkan aparat birokrasinya dan memiliki jiwa usaha dan bisa terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival, tanpa melibatkan Event  Organizer (EO),” kata Prestasi Banyuwangi sebagai  kabupaten penyandang predikat terbaik Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah  (SAKIP) juga sangat mengispirasi  dan bisa di terapkan di Kabupaten   Gunung Kidul.

“SAKIP Banyuwangi sudah meraih predikat A. Kunjungan ini tidak akan berhenti sampai disini, kami akan berlanjut hingga kami bisa belajar seluruhnya,” imbuhnya. Sementara itu, Plt Sekda Banyuwangi, Djadjat Sudradjat mengungkapkan, kunci keberhasilan Banyuwangi meraih  predikat memuaskan tersebut adalah komitmen pimpinan daerah yang sangat tinggi dan konsisten terhadap dokumen  perencanaan sampai pertanggungjawaban pembangunan.

“Salah satu programnya, penguatan administrasi keuangan desa dengan e-Village Budgeting (e-VB) dan e-Monitoring System (e-MS) yakni sebuah sistem pengawasan elektronik,” jelas Djadjat Terkait pariwisata, kata Djajat, sektor pariwisata menjadi salah  satu pengungkit sektor lainnya yang saling bersinergi dalam  menumbuhkan perekonomian.

Dalam mengembangkan pariwisata, Banyuwangi konsisten melakukan promosi daerah melalui event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival. Tahun 2017 ini ada 72 even digelar sepanjang tahun sebagai cara mengungkit kunjungan wisatawan.

Dalam menyelenggarakan festival-festival atau memberikan pelayanan publik,  di Banyuwangi selalu dilakukan secara keroyokan antar SKPD. Semua ego sektoral masing-masing SKPD ditanggalkan.“Sehingga pelaksanaan event-event bisa dikerjakan dengan tanpa menggunakan  event organizer (EO) dari luar,  cukup PNS,” tandasnya (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :