ITdBI Kejuaraan Balap Sepeda Terbaik ASIA

0
194
Peserta Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017

INTERNATIONAL Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun 2017 digelar mulai tanggal pada 27 September dan akan berakhir hari ini (30/9). Ajang balap sepeda terbaik di Indonesia versi Federasi Balap Sepeda Dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI) ini diikuti 19 tim (semula 20, satu tim batal ikut, Red) dari 29 negara.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, International Tour de Banyuwangi Ijen yang telah masuk agenda resmi UCI sejak 2012, silam itu merupakan salah satu ajang sport tourism yang spesial untuk Banyuwangi.

“Banyuwangi menjadikan ajang sport tourism sebagai bagian dari promosi ke dunia internasional,” kata Anas. Selama lima tahun penyelenggaraan, ajang ini mendapat predikat excellence selama dua tahun terakhir berturut- turut dari UCI, ini menjadikan international Tour de Banyuwangi Ijen masuk dalam tujuh kejuaraan balap sepeda terbaik di Asia dan terbaik di Indonesia.

Loading...

Excellence level merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda intemasional dengan nilai di atas 90 poin. Selain Indonesia, negara-negara yang akan ambil bagian dalam ajang tahun ini antara lain Iran, Jepang, Korea Selatan, Afrika selatan, Eritrea, Prancis, Italia, Belanda, Rusia, Irlandia, Swiss, Jerman, Australia, Kolombia, dan New Zealand.

“Banyuwangi siap memberikan kompetisi yang tidak hanya bergengsi, tapi juga menantang dan memberikan pengalaman berbeda bagi para pembalap tersebut, karena kami memadukannya dengan budaya. Ajang balap sepeda internasional yang unik. Publik luar senang karena baru kali ini lihat ada balap sepeda tapi di sepanjang rute ada salawatan, tari, sampai musik lokal,” ujar Bupati Anas.

Ajang ini digelar tidak hanya menonjolkan sisi olahraga, namun juga sebagai cara Banyuwangi mengenalkan pesona wisatanya. Selain itu, rute balapan juga akan menyusuri keindahan alam Banyuwangi dan sejumlah destinasi wisata.

Di lokasi start dan finis tiap etape juga akan disuguhkan beragam atraksi seni yang berbeda setiap harinya. Seperti tari-tarian, Barong Banyuwangi, maupun kuntulan.

Bahkan, juga akan ada aksi-aksi menarik, misalnya saat di lokasi start disajikan proses pengolahan cokelat, di pesantren akan ada santri bersarung dan berpeci yang akan menyambut para pembalap,” pungkas mantan anggota DPR RI ini. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :