Menang Gara-gara Pemuda Kebo-keboan

0
387

Berlatih di bawah bimbingan guru pelajaran bahasa Indonesia, Mashudi, dan Kepala SMP 2 Srono, Samsudin Ali, Ledy mempersiapkan diri dengan baik sejak jauh hari sebelum lomba digelar. Tujuannya, agar dirinya bisa tampil maksimal di ajang tersebut. Dalam masa persiapan itu, dara kelahiran 14 Juni 1998 itu digembleng menulis cerpen dengan baik. Bukan hanya cara menulis cerpen yang dia pelajari, tapi juga harus mempelajari bahan dan tema yang akan dia tuangkan dalam cerpennya.

Susah-susah gampang, itulah perasaan yang dirasakan Ledy saat berlatih menulis cerpen. Sebab, seni tulis-menulis bagi dirinya masih merupakan hal baru. Mudah bagi Ledy, karena dia imajinasinya kuat. Bermodal daya imajinasinya yang kuat, menulis cerpen akan terasa mudah dan cepat. Selama ini, kemampuannya berimajinasi memang jarang tersalurkan. Dia jarang menuangkan apa yang terlintas di benaknya dalam bentuk tulisan.

Imajinasinya jarang tersalurkan dalam bentuk tulisan bukan tanpa sebab. Penyebabnya, Ledy memang tidak begitu menyukai dunia tulis-menulis. Namun, bukan berarti Ledy miskin karya tulis. Di usianya yang masih belia ini, dia sudah punya empat hingga lima buah cerpen. Nah, bakat alami yang dimiliki siswi berambut pendek itu terbaca oleh Mashudi. Dalam penjaringan siswa proyeksi lomba cerpen, guru pelajaran bahasa Indonesia SMP 2 Srono itu menyadari bakat luar biasa yang dimiliki anak didiknya itu.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last