Jalan Poros Rusak di Enam Desa

0
772
Bus melewati jalan rusak dan bergelombang di Jalan Raya Situbondo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Kejar Waktu Perbaiki Jalur Banyuwangi Utara

WONGSOREJO – Perlahan tapi pasti, proyek perbaikan jalan poros di jalur utara Banyuwangi terus berlangsung hingga kemarin (3/6). Perbaikan jalan utama yang menghubungkan Banyuwangi- Situbondo itu dikebut untuk mengejar waktu pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun ini.

Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, proyek perbaikan jalan terus berlangsung mulai dari pertengahan hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Kondisi jalan yang rusak di hutan tersebut, sebagian besar sudah tampak mulus siang kemarin.

Kondisi jalan yang mulus juga terlihat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo. Ruas jalan yang  sudah mulus terpantau sekitar 15 Kilometer (Km). Balai Besar Jalan Nasional sepertinya terus berupaya keras, agar perbaikan jalan yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo itu bisa selesai sebelum hari Raya Idul Fitri mendatang.

Sementara itu, kondisi pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sepanjang jalan wilayah Kecamatan Wongsorejo, banyak ditemukan lubang jalan. Kerusakan jalan dengan lubang sedalam 5 centimeter (cm) hingga 10 cm. Lebar lubang jalan terpantau 15 cm sampai 20 cm. Banyak pula permukaan aspal jalan yang retak dan harus ditambal.

Kondisi jalan rusak berlubang dan bergelombang ini sangat  mengganggu kenyamanan berkendara di enam desa dari arah  Desa Bajulmati, Desa Sidodadi, Desa Sumberayar, Desa Alasrejo, Desa Wongsorejo, hingga Desa Alasbuluh.

Penyebab utama rusaknya jalan nasional di enam desa di wilayah Kecamatan Wongsorejo itu adalah sering melintasnya truk ukuran jumbo. Selain itu, cuaca ekstrem dan kerap hujan semakin memperburuk kondisi jalan.

“Jalan ini pengerjaannya selesai kira-kira dua minggu yang lalu. Aspalnya terlalu tinggi sampai ada yang setinggi lutut. Jadi banyak sepeda motor yang jatuh kalau mau naik  ke aspal. Dua hari yang lalu juga ada truk yang anjlok tidak bisa jalan karena ban samping itu nyemplung ke luar aspal,” jelas Sarinah, warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.

Sementara itu, proyek perbaikan jalan tersebut biasanya berlangsung pada malam hari. Para pekerja dan alat proyek memperbaiki jalan yang berlubang. Pada lokasi yang kondisi jalannya retak dan bergelombang, pekerja proyek akan melakukan penambahan aspal.

Tiga unit alat berat proyek perbaikan jalan masih parkir di pinggir jalan Desa Alasbuluh siang kemarin. ” Kadang sore kerja yang nambal jalan itu sampai malam. Kalau kondisi jalan dari Desa Bengkak ke selatan sudah bagus. Tetapi jalan dari Desa Alasbuluh sampai Desa Bajulmati rusak begini ini, sudah tidak rata permukaan jalannya,” papar Suyitno, warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo.

Secara terpisah, Camat Wongsorejo, Sulistyawati menjelaskan bahwa jalan tersebut adalah jalan  nasional. Karena itu, kata dia, kewenangan jalan tersebut sepenuhnya ditangani Balai Besar Jalan Nasional. Sejauh ini, pantauan pihak kecamatan, jalan tersebut secara bertahap sudah diperbaiki.

“Sebagian jalan sudah diaspal dan untuk Desa Bajulmati ke utara, jalan ditinggikan,” tandasnya. Sementara itu hasil pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kondisi jalan di wilayah Banyuwangi Selatan justru lebih baik.

Salah satu peningkatan kondisi jalan tampak pada rute jalur utama dari Poliwangi di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, menuju Rogojampi.  Jalan poros utama Banyuwangi- Jember ini sudah diperlebar. Hingga kemarin (3/6), mas jalan yang sudah dilebarkan sejak sekitar sebulan lalu itu sudah  mulus.

Dengan tuntasnya proyek pelebaran jalan Rogojampi ini, pengendara merasa nyaman. “Sangat senang karena jalan sudah sangat lebar sehingga tidak khawatir tersenggol dengan kendaraan lain, tidak seperti saat belum dilebarkan,” ungkap Ana, 22, warga Jalan Raya Jember, Banyuwangi. (radar)

Loading...