Karya Seni dari Tumpeng Ikan

0
130
Wabup Yusuf Widyatmoko mencicipi tumpeng ikan hasil olahan di Pelabuhan Brak Kalimoro, Muncar, kemarin (3/10).

Fish Market di Muncar Berlangsung Meriah

MUNCAR – Pembukaan Fish Market Festival 2017 yang digelar di kawasan Pelabuhan BrakKalimoro, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, berlangung semarak, kemarin (3/10). Wakil bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dengan didampingi Ipuk Fiestiandani, istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, resmi membuka acara tersebut dengan pemukulan gong.

Dalam Fish Market Festival 2017 itu, juga digelar pameran hasil laut dan kreasi para nelayan yang ada di pesisir Pantai Muncar, mulai dari ikan segar, ikan asin, ikan bakar, dan olahan hasil laut lainnya. Pada acara itu, juga digelar lomba tumpeng ikan.

“Kegiatan ini untuk mengangkat hasil nelayan di Banyuwangi, agar hasilnya bisa melimpah,” ujar Wabup Banyuwangi, Yuduf Widyatmoko.

Menurut Wabup Yusuf, Fish Market Festival 2017 yang digagas oleh Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi ini, merupakan ajang para nelayan untuk menjual hasil tangkapan dan olahan.

“Supaya pemasarannya semakin baik, karena Fish Market juga sebagai ajang untuk penjualan hasil nelayan,” terangnya. Wabup Yusuf berharap dengan adanya Fish Market Festival ini para pengunjung bisa membeli hasil tangkapan para nelayan. Sehingga, perekonomian para nelayan bisa lebih baik.

“Para pengunjung juga bisa membeli hasil tangkapan para nelayan,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi yang cukup besar, terutama di sektor hasil lautnya. Dengan Fish Market Festival ini, bisa menarik wisatawan berkunjung ke Banyuwangi.

Loading...

“Kita mengajak para pedagang, nelayan, dan warga untuk bisa menarik wisatawan,” katanya. Hary mengajak para nelayan, pedagang, dan warga untuk bersama-sama memperbaiki perekonomian dan memajukan Pelabuhan Brak Kalimora sebagai tempat wisata. Apalagi, wilayah Muncar itu paling banyak penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Hary menambahkan Fish Market Festival kali ini berkonsep Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili) menuju Ekowisata. “Melalui Fish Market, kami memberikan wadah untuk masyarakat nelayan dari pesisir pantai menjadi tempat wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Fish Market Festival 2017 yang digelar di Pelabuhan Brak Kalimoro, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, bukan hanya menjual hasil tangkapan nelayan dan bakar- bakar ikan. Tetapi, juga ada lomba tumpeng ikan yang diikuti 25 pengurus PKK se-Kabupaten Banyuwangi, kemarin (3/10).

Lomba tumpeng ikan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan karya seni masakan dari hasil laut. “Lomba tumpeng ikan ini diikuti para ibu-ibu PKK se-Banyuwangi,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo.

Dalam lomba tumpeng ikan itu, terang dia, penilaian dari bentuk yang unik, rasa masakan, dan penampilan dari sisi penyajian. Sesuai dengan nama lomba, ikan hasil laut harus ditonjolkan. “Yang dinilai itu dari rasa dan penampilan yang unik,” katanya.

Hary berharap dengan diadakan lomba tumpeng ikan itu, dapat menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat, terutama para nelayan. Mereka tidak hanya menjual hasil laut dalam bentuk mentah saja, tapi juga hasil olahan. “Nelayan jangan menjual ikan yang mentah saja, tapi bentuk olahan juga,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba tumpeng ikan Sriwahyuni mengatakan, dengan adanya Fish Market Festival ini bisa membuat berbagai karya masakan dari hasil laut. Sehingga, bisa membuat perekonomian masyarakat terangkat.

“Jika menjual dalam bentuk tumpeng seperti ini kan bisa lebih mahal,” katanya. Masyarakat sekitar pesisir pantai, terang dia, pasti juga bisa membuat tumpeng lkan. Sehingga, mereka tidak hanya menjual ikan mentah atau ikan bakar saja. Apalagi, hasil laut di pesisir laut Muncar itu memang melimpah.

“Bagus diadakan Fish Market seperti ini, masyarakat bisa berkreasi,” ungkap peserta asal Banyuwangi itu. (radar)

loading...