Askes Optimalkan Pola Rujukan Berjenjang

0
423

Itu yang menyebabkan terjadinya Puskesmas raksasa di rumah sakit. “Peran Puskesmas harus diaktifkan dan dioptimalkan. Keuntungan program Puskesmas berbasis dokter keluarga ini, peserta Askes tidak perlu jauh- jauh berobat, tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk ke rumah sakit. Komunikasi dokter Puskesmas dengan masyarakat pun lebih bagus. Selain itu, dokter mengubah perilaku menunggu pasien yang sakit.

Tetapi mengajak masyarakat hidup sehat dan bersih. Jadi, langkah preventif lebih dominan yakni dengan sosialisasi untuk hidup sehat dan bersih,” tuturnya. Program itu akan dievaluasi selama enam bulan ke depan. Jika terbukti efektif, program akan dite rapkan di daerah-daerah lain sehingga 2014 BPJS bisa beroperasi. “BPJS tidak bisa bergerak mulai 2014, harus disiapkan dari sekarang secara pro aktif.

Loading...

Sekarang (Puskesmas berbasis dokter keluarga) hanya melayani peserta Askes. Setelah ada BPJS, melayani seluruh masyarakat. Pelayanan kesehatan berjen- jang (rujukan) dan rujuk balik dengan cara meningkatkan kinerja Puskesmas dan dokter keluarga sebagai gatekeeper akan dioptimalkan,” tegasnya. Dibalik optimisme suksesnya program itu, I Gede Subawa masih harap-harap cemas menunggu di- keluarkannya PP terkait UU BPJS yang saat ini ma sih digodok. Rencana awal, PP itu akan dikeluarkan November mendatang.

PP itu akan mempercepat langkah PT Askes (Persero) dalam mensosialisasikan BPJS. “Kami masih menunggu dikeluarkannya PP itu. Kalau sudah ada PP, sosialisasi bisa dilakukan secara massive dan intensif,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, PT Askes (Persero) memberikan bantuan sarana umum dan peningkatan kualitas rumah sehat layak huni senilai Rp 600 juta. Ada seratus rumah tangga miskin yang direnovasi menjadi rumah sehat layak huni.

Seratus rumah itu berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Banyuwangi dan Giri. Renovasi masing-masing rumah meliputi perbaikan dinding rumah setinggi 50 sentim- eter dengan batu bata plester, dinding atas dengan anyaman bambu yang dicat, pintu masuk dengan kusen dan daun pintu, jendela depan dengan kusen dan kaca, serta lantai dan teras diplester semen. Perbaikan masing-masing rumah memakan biaya Rp 5 juta.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last