Gua Jepang Dipenuhi Kelelawar dan Ular

0
1483

Menurut Rino, Gua Jepang ini hanya ramai saat ada acara petik laut. Para pengunjung datang saat mengikuti prosesi ritual di makam Mbah Agung Kalong. ”Petik laut selalu ramai, jadi ramainya hanya setahun sekali,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Gua Jepang, Eka Widiyaningsih, 21, warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, mengaku takjub dengan keindahan gua peninggalan Jepang.

Meski saat akan masuk harus merasakan bau menyengat dari kotoran kelelawar, tapi begitu masuk ke gua bau itu tidak terasa. Malahan, udara di dalam gua sangat sejuk. “Tidak melelahkan, malah menyenangkan,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Hessa Hendra, 20, mengatakan untuk menuju ke Gua Jepang para wisatawan hanya melalui perjalanan laut selama 45 menit dari Pelabuhan Muncar. Setelah sampai di Pantai Sembulungan, berjalan kaki melewati hutan bambu sepanjang 1,5 kilometer.

“Jalan menuju gua menanjak melalui tebing dan hutan bamboo,” terangnya. Perjalanan menuju kelokasi Gua Jepang sangat menguras tenaga. Tapi setelah sampai, rasa lelah itu nyaris tidak terasa dengan melihat keelokan gua. “Tempatnya bagus, dulu markasnya tentara Jepang,” ungkapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Pohon Beringin Berusia Ratusan Tahun Tumbang Disapu Angin