Warga Benculuk Menolak Lokasi Tempat Sampah di depan Mushola

0
182
Tempat sampah pasar Benculuk yang tidak dikelola dengan baik. (Foto: jurnalnews.com)

CLURING – Perencanaan pembangunan pasar baru di Desa Benculuk menuai permasalahan warga sekitar. Sebab desain atau cetak biru bangunan yang akan didirikan diketahui tempat pembuangan sampahnya berlokasi tepat didepan salah satu musala tak jauh dari pasar. Rencana itu mendapat penolakan warga setempat.

Pasar Benculuk sendiri berlokasi di Dusun Purwosari. Atau pusat kota kecamatan Cluring. Menurut warga, mereka tidak bermaksud menghambat pembangunan pasar, yang nota bene juga untuk kepentingan luas. Namun penempatan tempat sampah di depan tempat ibadah seperti musala sangat tidak patut. Hal itu bisa menimbulkan persepsi bila perencanaan pembangunan pasar mengabaikan hak warga untuk beribadah dengan nyaman dan tenang.

“Jelas kami tolak pembuatan tempat sampah yang ada digambar itu, tepat berada di depan musala. Itu tempat ibadah bukan tanah lapang,” kata Ug (inisial), salah satu warga setempat, saat ditemui JurnalNews.com, Jumat (18/8/2017).

Loading...

Penolakan warga bukan tanpa alasan jelas dan tegas. Terlebih pengelolaan sampah pasar selama ini amburadul. Tempat sampah yang ada, sampahnya selalu berserakan. Dengan kata lain tidak dikelola dengan baik. Hal itu pula yang dikhawatirkan akan terjadi pada tempat sampah yang akan dibangun di depan musala.

“Seperti tempat pembuangan sampah yang sudah ada sampeyan lihat, kotor berserakan dan bau,” tambahnya.

Kordinator pasar Benculuk Sabadianto (47) saat ditemui mengaku tidak bisa berbuat banyak atas penolakan warga ihwal penempatan tempat sampah baru. Dia mengaku hanya diperintah mengawasi kegiatan pembangunan. Meski begitu dia akan melaporkan permintaan warga kepada atasannya.

”Saya disini hanya diperintah mengawasi pekerjaan sejauh mana dan saya laporkan keatasan saya, mengenai penempatan tempat pembuangan sampah digambar memang pembangunan TPS didepan musala,” jelasnya.

Pembangunan pasar Benculuk meliputi diantaranya pembangunan lapak juga tempat pembuangan sampah yang digunakan untuk menampung sampah dari pasar Benculuk. Jika sudah berdiri, nantinya semua pedagang akan dipindahkan ke bangunan baru yang berada di belakang pasar yang lama.

“Sedangkan pasar yang lama akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH),” tambahnya.

Pembangunan pasar itu dimulai pada hari ini. Sayangnya tidak ada papan proyek untuk mengetahui siapa pelaksananya dan berapa atau sumber anggaran dalam pembangunannya. Masyarakat setempat juga meminta ada kebijakan untuk merubah penempatan tempat sampah yang berada persis depan musala. (jurnalnews.com)

loading...