Tak Digaji 3 Tahun, Kabur lalu Dibunuh

0
10137

Atas saran itu, Riska pun menurut. Dia me milih kuliah di Denpasar, Bali. Sampai saat ini, dia masih aktif di kampus semester dua. ‘’Saya mengambil program satu tahun. Tahun ini semoga saya lulus dan bisa bekerja,’’ katanya sambil berlinang air mata. Sementara itu, Susiyowati, 41, mengaku sangat kehilangan sosok kakaknya itu. Se bab, sejak pergi ke luar negeri, yang ber sangkutan tidak pernah pulang.

’Gak per nah pulang. Jasadnya juga gak dikirim,’’ sesalnya. Dia menyebut, menerima kiriman sekitar 1,5 juta setiap bulan dari korban. Itu tergantung nilai kurs real dengan rupiah. ‘’Jika ditotal, selama tiga tahun ini uang yang dikirim sekitar Rp 40 juta,’’ sebutnya. Pihak keluarga juga sangat terkejut saat tiba-tiba barang milik almarhum tiba di rumah duka kemarin.

‘’Yang datang bukan jenazah kakak saya, malah barang pe rabotan,” sesalnya. Sejak kematian itu, keluarga sudah meng gelar selamatan untuk mendoakan al marhum. Selamatan berupa doa bersama itu digelar selama tujuh hari berturut-turut. ‘’Baru beberapa hari lalu kami selamatan 40 harinya,” pungkasnya.

TKW TEWAS di ARAB  KELUARGA CURIGA ENDANG di BUNUH

ROGOJAMPI – Kabar duka kembali menghampiri warga Banyuwangi saat bekerja di luar negeri. Kali ini, dialami Endang Sulistiowati, warga Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Tenaga kerja wanita (TKW) tersebut meninggal dunia di Arab Saudi dalam usia 43 tahun. Ibu satu anak tersebut meninggal akibat dibunuh. Jasad almarhum dimakamkan di Arab Saudi tanpa sepengetahuan dan persetujuan keluarga.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Curi Kayu Jati, Warga Banyuwangi dan Surabaya Diciduk Polisi