Perkutut Seharga Rp 2 Miliar Ikut Lomba

0
15961
Loading...

Karena itu, penyelenggaraan lomba burung perkutut menimbulkan dampak ekonomi bagi daerah yang menjadi tuan rumah. “Contohnya saya sendiri. Saya  lahir di Malang dan kini tinggal di Bandung. Sebelumnya saya  belum pernah datang ke Banyuwangi.  Ini kunjungan pertama saya ke Banyuwangi. Kemarin (Sabtu, 5/11)  saya sudah berkeliling ke beberapa objek wisata, termasuk hingga di kaki Gunung Ijen,” akunya.

Zainuri mengaku kagum dengan kondisi Bumi Blambangan. “Banyuwangi ini hebat. Selama berkeliling, saya melihat jalan hingga di desa-desa bagus semua. Saya ber harap ke depan liga perkutut nasional bisa kembali digeber di  Banyuwangi” harapnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, momentum pelaksanaan Liga Perkutut Indonesia kemarin sangat pas. Sebab, malam sebelum acara  digelar, Banyuwangi melangsungkan Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

“Momentumnya pas, malam ngopi, paginya ada lomba burung perkutut,” kata dia.   Menurut Anas, penyelenggaraan lomba burung perkutut tingkat  nasional tersebut menimbulkan  multiplier effect cukup besar. Peserta berada di Banyuwangi selama dua sampai tiga hari. Mereka berwisata, juga berbelanja kuliner dan oleh-oleh.

“Ini melengkapi beberapa kegiatan di Banyuwangi. Kalau tahun depan kembali digelar di Banyuwangi, akan dilaksanakan jauh lebih baik dari penyelenggaraan  kali ini,” janjinya. Sementara itu, Ketua Panitia,  Aang Muslimin Susiawan, menambahkan menjadi tuan rumah perhelatan Liga Perkutut Indonesia di Banyuwangi menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bumi  Blambangan.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last