Nasib Janda Kurang Diperhatikan

0
2090
Ketua Koalisi Perempuan Indonesia, Mariatul Qibtiyah.

GENTENG – Angka perceraian di Kabupaten Banyuwangi, selama ini dikenal cukup tinggi. Dampaknya, jumlah para janda juga terus meningkat. Hingga saat ini, nasib mereka itu belum diperhatikan secara serius oleh Pemkab Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua Koalisi Perempuan Indonesia, Mariatul Qibtiyah, mengatakan pemberdayaan kepada perempuan janda,  di Banyuwang ini masih sangat minim. Baik itu yang dilakukan pemerintah maupun oleh masyarakat. “Saking minimnya, bisa dibilang belum ada,” katanya.

Selama ini, terang dia, para janda hanya didata oleh pemerintah desa. Tapi kegunaan pandataan itu, masih belum diketahui secara pasti. “Kalu pendataan sering, terus kapan akan dilakukan pemberdayaan,” ujarnya.

Merunut Qibtiyah,  pemberdayaan kepada perempuan janda, ini pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program kepala rumah tangga perempuan (KRTP) di tahun 2016.

Loading...

“Kalau dari pemerintah kabupaten belum ada,” cetus angota FPKB DPRD Banyuwangi itu. Sementara itu, Ketua B-Women, Lilikh Maslihah, menambahkan pemberdayaan kepada perempuan janda berbasis masyarakat dan lingkungan, saat ini masih sangat minim. Umumnya warga kurang peduli dengan janda.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last