187 Peserta Sajikan Pecel Pitik

0
206

Chef Juna Demo Masak di  Depan Bupati Anas

BANYUWANGI – Lomba memasak pecel pitik yang diikuti 187 peserta dari tiga kategori berlangsung meriah kemarin. Lomba yang dikemas dalam Festival Kuliner di kawasan Taman Blambangan itu dibuka oleh Bupati Abdullah Azwar  Anas.

Bintang tamu Chef Juna juga hadir dengan  mendemonstrasikan cara memasak pecel pitik.  Satu jam lamanya koki profesional asal Manado itu unjuk  kebolehan memasak pecel pitik. Hanya butuh waktu satu jam, Chef  Juna menuntaskan masakan pecel  pitik.

Demo masak di atas panggung  itu disaksikan Bupati Anas dan  Ny. Ipuk Festiandani Anas.  Sebelum demo masak, Bupati  Anas dan Chef Juna melihat stan-stan peserta lomba yang menyajikan masakan pecel pitik. Sesekali  Bupati anas mencicipi hidangan  yang disiapkan peserta.

Sekadar tahu, Festival Kuliner yang mengusung masakan pecel pitik  diikuti 187 peserta dari tiga  katagori. Kategori A adalah warung/penjual pecel pitik, hotel, restoran, dan jasa boga. Kategori B perwakilan SKPD, perbankan,  dan koperasi. Sedangkan kategori  C adalah koperasi wanita, perwakilan organisasi wanita (Dharma Wanita, Bhayangkari, Jalasenatri, Persit Candra Kirana, GOW,  dan PKK.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, bahwa Festival Pecel Pitik sebagai salah satu wahana untuk memperkenalkan kuliner khas Banyuwangi. ‘’Kita ingin mengenalkan produk kuliner lokal agar pamornya bisa terangkat,’’ ujarnya.

Banyak produk kuliner khas Banyuwangi yang kaya rasa. Kehadiran Chef Juna, bisa menggerakkan warga lokal untuk lebih berkreasi. ‘’Selain menu masak, cara penyajian juga diperlukan seni,’’ tandasnya. Di sela festival berlangsung juga digelar pelatihan food carving.

Bupati Anas juga meninjau pelatihan food caving tersebut. Kalangan ibu-ibu rumah tangga tampak seksama mencermati   narasumber yang profesional  tersebut.  Festival kuliner khusus pecel pitik itu diikuti 187 dari berbagai instansi se-Banyuwangi.

Chef  Juna melakukan demo masak di hadapan para peserta tersebut dengan olahan pecel pitik. Daging ayam kampung dibakar  sedemikian rupa. Sambil membakar daging ayam kampung itu, dia membuka resep campuran rempah-rempah. Antara lain,   bawang merah, bawang putih,  kemiri, cabai rawit dan cabai   besar.

Selain itu, ada kacang yang  sudah matang kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda. Aneka campuran tersebut memang membuat pecel pitik khas  Banyuwangi berbeda dengan  daerah lain. ‘’Kalau ayam dengan  bumbu rempah-rempah sudah  biasa,’’ ujar Chef Juna.

Ayam dengan parutan kelapa juga banyak tersaji di pelosok  negeri. Tapi, kuliner pecel pitik   khas Banyuwangi lebih lengkap. ‘’Ayam dicampur dengan bumbu rempah-rempah, parutan kelapa dan kacang dicampur jadi satu. Masaknya bareng, pecel pitik kaya rasa dan enak,’’ katanya.

Dia memberikan pandangan  bahwa adanya festival kuliner  itu bisa menjadi salah satu aspek untuk meningkatkan sektor  pariwisata. ‘’Karena pariwisata itu ada empat aspek, pertama wisata alam, wisata ibadah, wisata  adat dan terakhir wisata kuliner,’’   jelasnya.

Menurut dia, festival kuliner yang digagas Pemkab Banyuwangi   bisa mengangkat nilai pariwisata. Karena, sisi kuliner masuk 25 persen suatu daerah yang pariwisatanya maju. ‘’Seperti Pesona Indonesia, mesti ada sisi kulinernya yang diangkat,’’ tandasnya.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM) Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono menambahkan, bahwa even tersebut  bisa membangkitkan spirit para pelaku kuliner. Sementara itu, agenda Festival  Banyuwangi Kuliner itu berlangsung sampai tanggal 16 April. Di sana juga dibuka stan khusus untuk para pelaku UMKM. (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :