Jangan Coba-Coba Masukkan Narkoba ke Lapas

0
166
Kalapas Ketut Akbar Heri Achjar memberikan arahan kepada warga binaan di lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi kemarin (16/10).

SEHARI bertugas sebagai Kalapas kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar Heri Achjar langsung tancap gas. Pria kelahiran Banyuwangi tahun 44 tahun silam itu langsung melakukan penguatan kepada pegawai dan warga hinaan, termasuk melakukan tes urine kepada 56 staf pegawai, Senin pagi kemarin (16/10).

Usai pelaksanaan serah terima jabatan, Akbar untuk kali pertama ngantor, langsung silaturahmi dengan mengumpulkan 868 orang warga binaan. Meski di bawah guyuran hujan rintik-rintik, Akbar menyampaikan pengarahan di hadapan ratusan warga binaan.

Selama bertemu dengan ratusan warga binaan tersebut, dia banyak memberikan motivasi dan penguatan. Termasuk agar warga binaan diminta untuk taat dan patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan di dalam lapas.

Loading...

Dua hal yang menjadi inti pokok pengarahannya mengenai penyelundupan narkoba ke dalam lapas dan penggunaan hand-phone. ”Dua hal saya, jangan coba-coba menyelundupkan narkoba dan handphone ke dalam lapas,” ungkapnya.

Pesan itu tidak hanya disampaikan kepada ratusan warga binaan. Usai bertemu dengan warga binaan, secara khusus pesan itu juga disampaikan dalam rapat penguatan internal kepada 56 staf pegawai.

“Kami hanya berpesan dua hal pokok itu, karena kerap terjadi yang menjadi sorotan adalah dua hal tersebut,” tegasnya.

Usai melaksanakan penguatan internal tersebut, secara mendadak pagi itu juga 56 pegawai langsung di tes urine. Seluruh petugas, pegawai dan pejabat lapas Banyuwangi di tes urine satu persatu. Kalapas Akbar memantau langsung tes urine yang dilakukan oleh anak buahnya. Tak sungkan, Akbar menunggu petugas mengambil sampel urine di toilet lapas.

Pelaksanaan tes urine tersebut sebagai wujud bersih-bersih narkoba di lingkungan Lapas Banyuwangi. Dia tidak ingin kecolongan dengan tertangkapnya oknum petugas pengamanan lapas dalam kasus narkoba.

Kegiatan tes urine ini sengaja digelar mendadak. Karena tak menutup kemungkinan petugas atau pegawai lapas terindikasi zat berbahaya narkoba. “Kami bersyukur tes urine selesiai dan hasilnya negatif semua. Kita akan terus lakukan tes seperti ini dan akan dilakukan mendadak,” ‘tandasnya. (radar)

loading...