Nelayan Muncar Mulai Panen Ikan

0
318

MUNCAR-Para nelayan Muncar, kini mulai  bisa tersenyum. Setelah tujuh bulan ikan seperti menghilang, akhirnya mulai dapat ditangkap kemarin (26/3). Nelayan yang bekerja, mulai dapat  tangkapan yang lumayan banyak.  Salah satu nelayan Muncar, Halim, 46, asal Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan ikan di laut Muncar  ini sudah mulai ada sejak sepekan terakhir. Hanya saja, ikan yang muncul itu kebanyakan jenis mernying.

“Yang berhasil  ditangkap nelayan baru mernying, lemuru belum ada,” katanya seraya menyebut kalau dirinya  mulai berangkat mencari ikan pada Sabtu (25/3). Nelayan lainnya, Mas’udi, 30, dari Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengungkapkan selain ikan  mernying, ikan lain yang juga berhasil ditangkap itu jenis  tongkol, putihan, dan cumi-cumi. Hanya saja, jumlahnya  masih sedikit.

“Semoga ini awal  yang baik, karena sudah lama  kita paceklik,” ungkapnya.  Hasil tangkapan ikan marnying yang cukup lumayan banyak,  langsung disambut oleh sejumlah  pedagang. Meski ukuran ikan ini sebesar lemuru, tapi para pedagang juga banyak yang berebut.

“Katanya belum bisa memenuhi  pasar, ikan langsung habis di pasar lokal saja,” jelasnya.  Salah satu tukang angkut ikan di Pelabuhan Muncar, Tukiran, selama sepekan ini hanya melihat hasil tangkapan nelayan itu  ikan mernying. Ikan yang baru  turun dari kapal, langsung diserbu oleh pedagang.

“Ikan jenis lain masih satu dan dua dua saja, yang banyak mernying,” terang pria asal Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari itu.  Di tempat terpisah, Halimah,  45, seorang pedagang ikan asal Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar,  menjelaskan ikan mernying  yang banyak ditangkap para nelayan itu masih sebatas memenuhi kebutuhan di beberapa pasar.

“Masih belum sampai dikirim ke luar, saya  lihat ikan habis di pedagang-pedagang kecil saja. Jadi belum ada yang dikirim ke luar Banyuwangi,” katanya. Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, meski sepekan  terakhir sudah mulai ada tanda-tanda ikan keluar, tapi sebagian besar nelayan masih memilih  untuk tidak melaut. Mereka   yang sepekan ini bekerja, diperkirakan hanya 10 persen  sampai  25 persen dari jumlah nelayan  yang ada di Muncar.(radar)

Loading...