Nelayan Muncar Tewas Terpeleset

0
179
Jenazah Saputra, setelah dikirim ke rumahnya di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu sore (25/10)

MUNCAR – Kecelakaan laut terjadi di perairan Muncar, Rabu sore (25/10). Supatra, 50, asal Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, tercebur ke laut saat menebar jaring. Korban yang sempat tertolong itu, meninggal saat dalam perjalanan ke pelabuhan.

Nasib tragis yang menimpa korban itu, terjadi pada Rabu (25/10) sekitar pukul 03.00. Saat itu, Supatra dengan naik kapal slerek melaut untuk mencari ikan. Setiba di tengah laut, korban bersama 14 nelayan lainnya menurunkan jaring ke laut dan terpeleset. “Korban terpeleset dan jatuh ke laut,” terang Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko.

Loading...

Saat korban jatuh ke laut dari kapal slerek yang dinaiki, terang dia, sejumlah teman-temannya berusaha menolong. Upaya menolong korban ini tidak mudah, apalagi saat itu cuaca sedang gelap. Tapi, akhirnya nelayan malang itu berhasil ditolong dan langsung dibawa pulang. “Korban sempat mengeluarkan busa dari mulutnya,” katanya.

Saat berhasil ditolong itu, masih kata kapolsek, korban masih bernafas. hanya saja, kondisinya sudah tidak sadar dan sangat lemas. Dan dalam perjalanan menuju pelabuhan itu, korban akhirnya meninggal. “Korban meninggal saat akan dibawa ke daratan,” terangnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, lanjut dia, penyebab korban jatuh ke laut itu karena terpleset saat menurunkan jaring. Itu artinya korban jatuh sendiri. Dari keterangan keluarga, korban ini memiliki riwayat sakit perut (maag) dan sesak napas. “Korban memang memili penyakit, itu diakui oleh keluarganya,” jelasnya.

Dari keterangan petugas medis yang memeriksa, terang dia, tidak ada tanda-tanda bekas penganiyaan. Korban diduga kuat meninggal karena tenggelam saat jatuh ke laut. Diperkirakan, saaat tenggelam itu penyakitnya kambuh, dan tak kuat menahan rasa sakitnya. “Ini murni kecelakaan kerja, tidak ada unsur kekerasan,” tegasnya.

Petugas Puskesmas Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dr. Atik Sri Lestari, menegaskan dari hasil pemeriksaan yang di lakukan memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. “Keluarganya menerima dan tidak mau jenazahnya diotopsi,” katanya. (radar)

 

loading...